Translate :
 
 
 
 
 
 
 

BAGAIMANA MENGENAL DAN MEMAHAMI
DIRI KITA SENDIRI ( Sejatinya Manusia )

 

       Memperhatikan judul di atas muncul pertanyaan yang mengelitik hati, sudahkah anda mengenal diri anda sendiri ? Apabila hal itu ditanyakan kepada anda, apa jawaban anda ? Jika jawabannya sudah , sejauh mana anda mengenal diri anda ? jika jawabannya tidak bukankah suatu keanehan jika kita tidak mengenal diri sendiri ? seperti makan buah simalakama atau dengan kata lain maju kena-mundur juga kena.

Pengenalan diri adalah sebuah tantangan berkesinambungan. Itu juga yang menjadikannya menyenangkan. Mengenal diri adalah perkara menjelajahi siapa kamu: apa yang kamu suka, apa yang tidak kamu suka, apa yang kamu inginkan, apa yang kamu rasakan, apa yang kamu percayai, apa yang kamu bela, dan apa yang menurutmu bisa kamu berikan pada dunia. Banyak sekali manfaat yang bisa kita pelajari dan kita hasilkan apabila kita bisa memahami dan mengenal diri kita sendiri.

Manfaat yang bisa kita rasakan adalah upaya pengembangan diri dapat lebih efektif, mengenal diri akan membantu kita memahami bahwa kita tidak tercipta secara kebetulan (by chance). Jika kita menginternalisasi dan menghayati akan keberadaan diri kita, maka kita akan sampai kepada kesimpulan yang tak terelakkan bahwa Tuhanlah yang mencipta seluruh keberadaan. Kita tidak mewujud dengan sendirinya atau hanya karena persemaian antara sperma dan ovum dari kedua orang tua kita. Manusia secara natural senantiasa mencari alasan keberadaannya. Darimanakah kedatanganku ? Ke mana langkah yang aku tuju ? Untuk tujuan apa keberadaanku ?
Dengan mengenal diri kita akan memperoleh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan eksistensial tersebut. Mengenal diri sendiri juga dapat membantu kita mengetahui kemampuan dan bakat dalam diri kita. Demikian juga sebaliknya jika kita mengenal diri kita maka kita juga mengetahui kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita. Dengan demikian kita dapat menjadi diri kita sendiri.

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Salah satu cara supaya anda mengenal diri anda sendiri adalah :

1. Bersikaplah jujur kepada diri anda sendiri.
Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak orang merasa berhenti dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain pihak, seringkali orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang berhasil lalu mengira mampu melakukan apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan perasaan-perasaan lain.

2. Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan menerima sebagaimana adanya dengan     hati lapang? (dalam bahasa jawa dengan istilah " Narima " dibaca "narimo ")
Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik. Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada awalnya selalu terasa berat, karena sebelum bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri, “apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini benar-benar menjadi keinginan diri saya?” Dengan kata lain proses mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan, bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.

3. Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?
Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah mengamati diri secara cermat – mengamati setiap perasaan, pikiran, harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri sendiri. Pengenalan diri sendiri adalah upaya dari diri kita sendiri untuk menemukan jawaban jawaban yang ada dalam diri kita. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi, khusyu’k, mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan ini menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari. Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih berganti.

4. Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri ?
Banyak orang mengaburkan arti menjadi “diri sendiri” dengan “semaunya sendiri”. Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah mengenal apa potensi-potensi, bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan karir.

Untuk bisa mengenal diri, kita wajib instrospeksi diri, wajib mengkaji diri meluangkan sedikit waktu kita untuk merenungi diri ? Apa yang sudah kita lakukan hari ini ? berapa banyak kesalahan dan kekurangan kita hari ini ? berapa banyak kita memuji dan menolong orang lain ? bila perlu bikin tabel kebaikan dan kejelekan prilaku kita ? Kurangi mengoreksi dan mengomentari orang lain, dan lebih fokus pada mengomentari dan mengoreksi diri kita sendiri.. Terkadang kita sibuk memikirkan dan mencari kesalahan orang lain padahal kesalahan dan kekurangan kita sendiri sangat banyak tapi tidak pernah kita pikirkan.
Intinya adalah "sadar" atau dalam bahasa jawa "eleng " yang dimaksud sadar ini bukan hanya sekedar tersadar dari pingsan atau tersadar dari lamunan atau sadar -sadar secara umum tetapi lebih mendalam lagi. Sadar yang kami maksud adalah keadaan yang kosong- keadaan yang mengerti dan memahami apa yang terjadi saat ini- kemarin dan seterusnya. Keadaan kosong ? apa maksudnya ! pernahkah anda ketika melihat telur yang agak lonjong dan ketika anda lihat menjadi berbeda ? atau ketika ada warna merah kita melihatnya bukan warna merah ?.
Keadaan kosong adalah ketika ada warna merah maka anda melihatnya merah, ketika ada telor maka anda melihatnya telor atau ketika ada huruf A maka anda memahami itu huruf A ini adalah kesadaran awal. Looooo kok bisa ? Pernahkah anda memikirkan sesuatu hal pada siang dan malam tanpa henti sehingga ketika ada orang bicara anda tidak mendengarnya atau anda sedang disibukkan oleh pikiran anda sendiri (anda begitu asik dengan pikiran anda sendiri dan terhanyut oleh keadaan yang anda pikirkan ) sehingga yang anda alami dan anda rasakan hanya apa yang ada di pikiran anda ?. Jika anda pernah merasakannya , bahkan anda tidak ingat lagi apa yang sedang anda lakukan saat itu. Pada saat anda sedang memikirkan sesuatu dan pikiran itu membuat anda terhanyut seringkali kita lupa saat kita makan dan tidak merasakan rasa makanan atau ketika kita tersentuh api kita tidak merasakan panas dan ketika tersentuh es kita tidak merasakan dingin. Atau kalau masih bingung coba perhatikan orang gila yang begitu asik dengan pikirannya sendiri ? atau perhatikan orang yang sedang melamun dan asik dengan lamunannya; hal ini yang namanya isi. Fikiranya di penuhi oleh fikiran-fikiran tertentu sehingga fakta yang sebenarnya yang dialami tidak dihiraukan / tidak dirasakan/ tidak dia ingat.

Ketika kita sadar maka saat itu kita telah masuk ke alam kosong, kita melihat / mendengar / atau merasakan sesuai dengan apa adanya ketika ada warna merah maka anda melihatnya merah, ketika ada orang bicara rumah maka anda mendengarnya rumah, ketika kita tubuh kita tersentuh panas maka yang kita rasakan adalah panas; apabila kita tersentuh dingin maka yang kita rasakan adalah dingin.
Demikian juga sebaliknya dengan kalimat berisi, ketika yang anda gumulkan ( pikirkan / rasakan ) saat ini hijau maka warna apapun yang anda lihat menjadi warna hijau. Untuk bisa mengenal diri, kita wajib instrospeksi diri, wajib mengkaji diri dan yang paling penting adalah anda hendaknya"sadar " - " eleng " atau dalam keadaan kosong.

Untuk memahami dan mengenal tentang diri kita maka alangkah baiknya jika diulas dari awal penciptaan manusia. Mari kita simak alkitab dan kitab suci yang anda yakini saat ini. Manusia bukankah terdiri dari Jasmani, Jiwa dan Roh. Setiap keyakinan mengakui hal itu bahwa tiga hal itu yang menjadi dasar dari keyakinan manusia. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa manusia normal adalah manusia yang mempunyai Jasmani- mempunyai jiwa dan mempunyai Roh. Dan apabila salah satu tidak terpenuhi maka itu bukan manusia normal. Kami kira tidak perlu kami bahas lagi karena kami berkeyakinan bahwa anda juga sependapat bahwa manusia terdiri dari Jasad- Jiwa dan Roh. Hal ini senada dengan Firman Tuhan mengenai penciptaan manusia : Kejadian 2:7 " ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup"
Ayat diatas jelas mengatakan bahwa manusia diciptakan dari "debu tanah". Debu tanah adalah benda mati, kemudian Allah menghembuskan "nafas hidup" kemudian manusia menjadi mahluk yang hidup. Jasad berasal dari debu tanah- nafas hidup yang menghidupkan. Manusia mengenalnya dengan Roh.

Keyakinan agama -agama besar saat ini menyakini bahwa unsur manusia ada 3 hal yaitu ada jasad - ada Jiwa dan ada Roh, tetapi kami mempunyai pendapat yang berbeda yaitu bahwa bagian dari diri manusia hanya ada dua hal yaitu Jasad dan Roh. Pendapat kami senada dengan Kejadian 2:7; Hanya ada dua unsur yaitu "debu tanah" dan "nafas hidup". Pendapat kami ini tidak semata-mata menyadur Ayat diatas tetapi kami punya analisa yang dapat kami pertanggungjawabkan baik kepada anda ( manusia ) dan kepada Tuhan.
"Debu Tanah" dan "Nafas Hidup" kalau boleh di kami buka " Debu Tanah adalah pendukung unsur Jasad / Tubuh secara Fisik" ; Nafas Hidup adalah identik dengan pengertian Roh . Jadi disini Roh yang memberi hidup pada debu tanah, kemudian dimana letak jiwa manusia ? Apa itu jiwa !!! ...... dari mana ada istilah jiwa ?
Pertanyaan yang bertubi tubi akan mengalir seperti sungai yang selalu dialiri oleh air, tidak ada habis habisnya. Kita sering mendengar atau mungkin anda pernah mengatakan " sakit jiwa " atau dalam bahwa jawa "wong edan"/ ' wong gendeng " atau istilah istilah lain tetapi maksudnya sama yaitu orang yang tidak waras atau orang gila atau orang yang jiwanya sakit ? Bahkan manusia secara umum berpendapat bahwa jiwa inilah yang membedakan manusia dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Kalau pendapat demikian benar berarti mahluk ciptaan Tuhan yang lain selaian manusia tidak punya jiwa ?

Mengapa kami tidak memasukkan unsur jiwa sebagai bagian penyusunan diri manusia ? kami berpendapat bahwa yang dimaksud dengan jiwa adalah perpaduan dari Jasad dan Roh. Jiwa ini adalah tempat untuk mempertimbangkan dan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, Jiwa mempertimbangkan benar dan salah, kasih, benci, dll.
Jiwa ada karena debu tanah yang berpadu dengan nafas hidup sehingga manusia menjadi mahluk hidup. Lalu dimanakah letak jiwa ? Banyak pendapat yang mengatakan bahwa jiwa terletak di otak ada juga yang berpendapat bahwa jiwa terletak di hati dan masih banyak lagi pendapat pendapat yang berbeda.

Menurut kami jiwa terletak di seluruh bagian tubuh karena sesuai dengan pendapat kami sebelumnya jiwa timbul karena bersatunya debu danah dengan nafas hidup jadi ya seluruh bagian tubuh manusia itu namanya jiwa hanya saja jiwa lebih halus dari jasad kasar. Hanya saja jiwa lebih dominan di otak-jantung dan hati manusia. Mengapa karena bagian tersebut yang sering dilatih. Otak sebagai pusat akal - hati sebgai pusat pertimbangan dan jantung sebagai pusat pengertian dan semuanya terkaid dengan sangat erat dengan bagian bagian dari tubuh manusia ( yang kami maksud tubuh manusia adalah debu tanah dan nafas hidup yang telah berpadu ).

"Nafas Hidup" atau lebih familiar sebagai Roh adalah sumber hidup. Roh ada pada setiap mahluk yang hidup. Anda saat membaca postingan ini adalah manusia yang hidup tetapi pertanyaannya adalah tahukah anda dimana letak Roh anda ? Sebuah keanehan ketika kita yang hidup ini tidak mengetahui sumber kehidupan pada diri kita sendiri, dimana letak sumber kehidupan tersebut ( Roh ).
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa Roh berpusat di Cakra mahkota yang terletak di otak pusat fikir manusia. Ada yang mengatakan berpusat di hati ? ada juga yang berpendapat Roh bersumber dari sel indung telur dan Sperma yang menyatu sehingga menjadi sigote ( janin ) atau mungkin ada yang berpendapat berbeda ????? Adapula yang berpendapat bahwa Roh berpusat di jantung karena kalau jantung berhenti ( tidak berdetak ) maka manusia dipastikan sudah mati - ada pendapat Roh ada di paru-paru atau saluran pernafasan kerena Tuhan menghembuskan nafas hidup melalui hidung serta masih banyak lagi pendapat silahkan saja berpendapat. Tetapi dimana kita dapat memperoleh benang merahnya ?

Roh atau nafas kehidupan adalah bagian terpenting dari mahluk hidup sehingga dapat hidup. Bagi manusia yang tercipta dari debu tanah maka hanyalah debu tanah jika Tuhan tidak menghembuskan Nafas Hidup. Roh adalah misteri tetapi benarkah sebuah misteri ? dan mengapa mejadi misteri ?. Pertanyaan ini terasa berat untuk di jawab tetapi mari kita perjelas lagi. Apakah anda saat membaca postingan ini hidup ? tentu saja ia. Berarti didalam diri anda saat ini ada Rohnya ! karena anda hidup. Bisakah anda saat ini merasakah keberadaan Roh anda ?

Tidak ada seorangpun yang mengetahui dengan pasti dimana letak Roh. Bukankah aneh ?? mengaku hidup tetapi tidak mengetahui dimana letak sumber hidupnya. Demikian juga dengan kami, kami ini hidup tetapi terus terang kami tidak dapat merasakan letak dari Roh tersebut !!!

Manusia hanya bisa merasakan bahwa dirinya hidup, tetapi tetap sebuah misteri mengenai Roh. Sebegitu halusnya Roh sehingga jasad kasar ini tidak dapat merasakannya. Manusia moderen yang lebih berfokus pada kemampuan fisik lebih lebih kemampuan intelegensia ( otak ) yang paling sering digunakan sehingga tidak mampu menembus Roh yang sejatinya sangat halus. Sehingga kita yang saat ini hidup tidak dapat memahami dan mengetahui keberadaan Roh yang ada pada diri kita sendiri..

Karena yang hidup dari diri manusia adalah seluruh bagian manusia hidup dari ujung rambut hingga ujung kaki maka sejatinyalah Roh berada juga di seluruh bagian yang hidup tersebut. Jika tidak maka debu tanah ini akan tetap menjadi debu tanah. Sama hanya seperti sebuah pohon saat daunnya gugur / rontok apakah daun itu dikatakan hidup ? dan faktanya saat ini manusia bisa mengembangkan berjuta juta tanaman baru dari daun atau bagian tanaman yang terlepas dari induknya ( yang notabane bagian tanaman mati ) dengan metode kultur jaringan. Buah yang mengandung biji misalnya buah harus gugur / terjatuh yang otomatis terlepas dari pokoknya, bukankah biji yang berada didalam buah secara kultur telah mati karena tidak terhubung dengan pokoknya, tetapi perlu diingat bahwa biji yang telah mati tersebut mengandung embrio kehidupan yang dapat tumbuh menjadi benih- bibit dan menjadi tumbuhan.

Roh inilah bagian yang paling murni dari mahluk yang hidup.Roh yang memberi hidup yang tinggal dan ada pada diri anda dan kami saat ini. Roh adalah bagian terpenting diri kita tetapi karena Roh ini tidak dapat kita ketahui keberadaannya maka seringkali kita hanya berfokus pada jasad kasar kita atau paling dalam hanya sebatas pada olah jiwa atau dalam bahasa jawa diterjemahkan sebagai oleh batin. Roh ini tidak tersentuh sama sekali dan tidak terpahami.
Roh ini berasal dari Tuhan dan adalah bagian dari Tuhan, atau dengan kata lain Roh itu adalah Tuhan. Jika Roh ada pada mahluk yang hidup maka disana juga ada bagian dari Tuhan. Biarlah Roh ini tetap menjadi miteri, karena memang adalah rahasia Tuhan.

Apa yang bisa kita petik dan pelajari dari artikel ini adalah jika kita mengenal dan memahami Roh yang ada pada diri kita maka kita juga dapat mengenal Tuhan dan memahami Tuhan. Itulah alasan mengapa kita tidak perlu mencari Tuhan ditempat tempat tertentu di dunia ini karena bisa dipastikan kita tidak akan menemukannya. Jika kita mencari tuhan diluar diri kita maka kita hanya bisa menemukan Keagungan dan Kemuliaan Tuhan. Kita tidak akan bisa menemukan Tuhan.

Untuk itulah artikel ini kami postingkan dengan harapan anda sekalian dapat menyadari dan memberikan inspirasi agar jika anda ingin menemukan Tuhan maka janganlah mencari ditempat lain tetapi carilah didalam diri anda sendiri. Karena didalam diri anda ada bagian dari Tuhan yang dapat menghubungkan anda dengan Tuhan yaitu Roh anda sendiri. Apabila anda memahami dan mengenal Roh yang membuat diri anda hidup maka kami pastikan bahwa pada saat itu anda telah menemukan Tuhan bahkan ada akan seperti gambar dan rupa Tuhan. Roh inilah yang menjadi perantara kita ( mahluk ciptaan ) dengan Sang Pencipta ( Tuhan ). Kenali Rohmu maka engkau akan mengenal Tuhan. Roh ini adalah murni tidak berwarna dan tidak berasa, Dia memberi dan menjadikan hidup dan kehidupan.

Bagaimana caranya supaya kita dapat memahami dan mengenal Roh yang ada dalam diri kita ? sangat sederhana yaitu mencondongkan diri kita ke jasad kita yang paling halus yaitu pada Roh kita. Kelihatannya mudah karena hanya melihat kedalam diri kita sendiri ! tetapi jangan lupa bahwa anda dan saya yang hidup saat ini tidak dapat mengetahui dan merasakan keberadaan Roh yang ada didalam diri kita. Berbicara memang mudah tetapi melaksanakannya yang sulit walaupun kita tidak harus pergi kemana-mana, walaupun kita tidak harus mengeluarkan tenaga atau uang sekalipun. Untuk itu diperlukan latihan-latihan dan karunia dari Tuhan.
Pernyataan kami ini senada dengan Alkitab dalam 1 Korintus 3 : 16- 17 " Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu ? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."

Allah adalah Roh jika kita menyembahnya maka kita hendaknya menyembahnya juga dalam Roh. Roh yang ada pada diri kita- Roh yang membuat kita hidup seperti tertulis dalam Yohanes 4:24 " Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Untuk menguatkan pendapat kami, silahkan baca di 1 Korintus 6 : 19 " Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri ? "

Bukankah sudah jelas bahwa Roh yang ada pada diri kita adalah Roh yang berasal dari Allah. Dan satu satunya cara untuk bisa mengenal dan mengetahui Tuhan maka kita harus mengenal dan mengetahui Roh kita sendiri. Roh yang membuat diri kita sebagai mahluk hidup. Kalau boleh disimpulkan siapakah Tuhan ? maka Tuhan itu saya- Tuhan itu anda- Tuhan itu segala sesuatu. Inilah yang menjadi alasan mengapa Seh Siti Jenar mengatakan bahwa dirinya Tuhan hanya saja dia ( Seh Siti Jenar ) melupakan sesuatu yang hakiki bahwa saya juga Tuhan - anda juga Tuhan- mereka juga Tuhan- kita juga Tuhan. Ada Tuhan didalam semua mahluk hidup yaitu dengan adanya Roh yaitu Roh yang memberi hidup. Tanpa Roh maka kita adalah debu tanah. Untuk itu hargailah dirimu dan hargailah mahluk yang lainnya

Akan kami jelaskan langkah-langkah sederhana untuk dapat mengenal diri sendiri, memahami Roh yang memberi kita hidup, Roh yang murni adalah Tuhan. Akan kami jelaskan pada postingan selanjutnya.

Semoga bermanfaat
Salam

Dwi Hartoyo, SP

 

REFERENSI
http://kebeninganhati.blogspot.com/2009/03/mengenal-diri-sendiri.html
http://dzauq.xtgem.com/mengenal%20diri
http://rahsiaalif.tripod.com/
http://kariyan.wordpress.com/2008/05/29/mengenal-diri-mengenal-tuhan/
http://kontaktuhan.org/meditasi/meditasi_01_tujuan_hidup.htm
http://www.wmpress.org/hkg_text/indonesian.htm
http://www.alhassanain.com/indonesian/articles/articles/Philosophy_and_gratitude_library/jalan_menuju_allah/001.html
http://at-tadzkir.org/wordpress/?p=460
http://miftakhurriza.blogspot.com/2010/02/mengenal-diri-sendiri-memahami-tuhan_25.html
http://joerig.wordpress.com/2007/06/20/mengenal-diri-sendiri/