Translate :
 
 
 
 

 

 
 
 

BINTANG Betlehem & ORANG MAJUS

 

Kalau kita mempelajari sedikit latar belakang Injil Matius, kita mengerti bahwa sebagai orang Yahudi, Matius mempunyai kepentingan untuk meyakinkan para pembaca yang adalah orang Yahudi bahwa sesungguhnya Kristus adalah Mesias yang dinanti-nantikan di mana Ia menjawab semua nubuatan tentang Mesias. Itulah sebabnya dalam menulis silsilah Yesus, Matius memulainya dari Abraham saja (tidak dari Adam) yang mana merupakan nenek moyang bangsa Israel (Mat 1:1).
Matius juga merupakan salah satu dari 12 orang murid Yesus. Ini jelas berbeda dengan Lukas yang menujukkan Injilnya bagi orang-orang gentile (non Yahudi) sehingga menulis silsilah Yesus sampai ke Adam sebagai manusia pertama bahkan sampai pada Allah. (Luk 3:38). Lukas adalah seorang dokter dari keturunan yahudi Yunani; dan Lukas bukan salah satu murid Yesus. Karena itu Matius biasanya mencatat peristiwa-peristiwa tentang Kristus dan menghubungkannya dengan PL sebagai bukti bahwa Kristus adalah jawaban dan sentral dari berita PL. Demikianlah yang terjadi ketika Matius mencatat peristiwa kunjungan orang-orang Majus saat Yesus dilahirkan. Mungkin saja Matius mencatat peristiwa ini dan melihatnya sebagai penggenapan dari harapan yang terdapat dalam Maz 72:10-11 : "Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan-persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti! Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!" dan juga nubuatan dalam Yes 60:6 : "Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN".

Siapakah orang-orang Majus itu?
Siapakah orang-orang Majus itu? Tidak banyak keterangan dari Alkitab tentang mereka kecuali informasi bahwa mereka berasal dari Timur (Mat 2:1). Banyak penafsir setuju bahwa "Timur" di sini menunjuk kepada bagian timur dari Yudea yang menunjuk kepada daerah Persia dan Arabia (Kej 25:6). Sebagian menganggapnya daerah Mesopotamia dan Babilonia.
Kata ' Majus ' ini adalah kata yang sulit dipahami dalam pengertian kita saat ini. Alkitab-Alkitab bahasa Inggris menyebutnya ' wise man '(orang bijaksana). Kata ini dalam dalam bahasa Yunaninya adalah ' magoi '. Dalam perkembangan di kemudian hari kata ini sering dihubungkan dengan kata ' magician ' yang dapat berarti tukang sihir. Namun sesungguhnya arti kata ini tidaklah sesempit pengertian masa kini. J.J. de Heer berkata : Pada aslinya kata itu berarti imam-imam di Persia, ... . (Tafsiran Alkitab Injil Matius; hal. 22). Homer A. Kent, Jr juga memberikan keterangan : Orang-orang Majus (magoi) aslinya merupakan kasta imamat di kalangan orang Persia dan Babilonia (band. Dan 2:2, 48; 4:6-7; 5:7). Nama ini kemudian oleh orang Yunani dikenakan pada semua ahli sihir atau dukun (Kis 8:9; 13:8). Matius menggunakan kata ini dalam arti yang lebih baik untuk mengacu pada tokoh-tokoh terhormat dari agama Timur . (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25). Dalam Albert Barnes" Notes on the Bible " juga dicatat bahwa : Orang-orang ini adalah ahli-ahli filsafat, imam-imam atau ahli-ahli perbintangan. Mereka hidup terutama di daerah Persia dan Arabia. Mereka adalah orang-orang terpelajar di daerah timur yang mahir dalam astronomi, agama dan obat-obatan. Dengan demikian kita mengerti bahwa orang-orang Majus ini adalah para imam, orang-orang terpelajar/terhormat, orang-orang kaya dan berkedudukan tinggi yang sangat pandai dalam hal-hal agama, pengobatan dan perbintangan.
Perhatikan juga keterangan William Barclay berikut ini : Para Majus adalah orang-orang yang mengetahui filsafat, ilmu kedokteran dan ilmu alam. Mereka juga mampu menafsirkan mimpi serta meramalkan hal-hal yang akan terjadi….orang Majus adalah orang yang baik dan suci, yang selalu berusaha mencari kebenaran . (Pemahaman Alkitab Setiap Hari- Matius; hal. 40)

Selanjutnya Herodatus memberikan keterangan lebih rinci tentang orang-orang Majus ini bahwa : Mereka aslinya berasal dari sebuah suku bangsa Medi. Menurut Wikipedia.com menyatakan bahwa bangsa Mede atau medya dalam bahasa kurdi dan Mada dalam bahasa Persia adalah suku Iran Purba yang tinggal dikawasan Teheran, Hamedan, Azarbaijan. Pada abad ke-6 SM bangsa Media telah berhasil meluaskan kekaisaran dari Arran di Azerbaijan hingga ke Asia tengah dan Afganistan. Bangsa Media diyakini sebagai pendiri dari negara dan kekaisaran Iran.

Bangsa Medi adalah sebagian dari kekaisaran Persia. Bangsa Medi pernah mencoba untuk menggulingkan kuasa Persia dan menggantikannya dengan kuasa Media. Usaha ini gagal. Sejak saat itu bangsa Majus tidak pernah lagi mempunyai keinginan atau ambisi untuk memiliki kekuasaan dan Prestise. Dan selanjutnya mereka memilih menjadi imam saja. Di tengah-tengah bangsa Persia para Majus tersebut berfungsi persis sama seperti fungsi orang-orang Lewi di tengah-tengah bangsa Israel. Mereka menjadi guru dan pembimbing para raja Persia. Di Persia tidak ada persembahan yang dapat dipersembahkan kecuali kalau ada orang Majus yang hadir dalam upacara itu. Jadi orang Majus dianggap sebagai orang suci dan orang yang bijaksana (ibid : 39). Orang-orang Yahudi percaya bahwa mereka adalah imam-imam dalam kerajaan Syeba dan Arabia yang adalah keturunan Abraham dari Ketura dan mereka mengajar atas nama Allah yang telah mereka terima dari tradisi lisan Abraham (Kej 25:6). Sangat mungkin mereka ini sudah memiliki hubungan dengan orang-orang Yahudi dalam pembuangan, atau dengan nubuat dan pengaruh Daniel, sehingga mereka memiliki nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Mesias. (The Wycliffe Bible Commentary; hal. 25).

Nama orang Majus dan jumlahnya
Mengenai jumlah orang Majus yang menemui Bayi Yesus Alkitab tidak menjelaskan, demikian juga dengan jenis kelamin orang Majus juga tidak ada penjelasan. Demikian juga dengan nama nama orang Majus yang menyembah bayi Yesus. Namun berapa banyak yang datang mencari Yesus dan menyembah-Nya? Banyak dari antara kita merasa bahwa mereka berjumlah 3 orang dan demikian pula menurut tradisi. berdasarkan jumlah persembahan yang dipersembahkan yaitu Emas - Kemenyan dan Mur. Walaupun asumsi tersebut belum tentu kebenarannya. Tradisi Timur mengatakan ada 12 orang Majus , Di Barat beberapa bapa gereja seperti Origran dan St. Leo Agung dan St. Maximur dari turin setuju ada 3 orang Majus. Sebuah lukisan tua di Roma yang ditemukan di makam St. Petrus - di makam St. Marcelinus ada 2 orang Majus sedangkan di makam St. Domitila ada 4 orang Majus.
Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa orang Majus tersebut dari Persia dan diduga merupakan penganut Zoroaster. Bahkan tradisi-tradisi ini sampai memberitahukan nama ketiga orang Majus ini. Tradisi abad 6 mengatakan bahwa 3 orang Majus ini adalah Bithisarea, Melichior, dan Gathaspa sedangkan tradisi Armenia abad 14 mengatakan bahwa ketiga orang Majus itu adalah 3 orang raja, masing-masing bernama Gasper (raja Arab), Melkhior (raja Persia) dan Balthazar (raja India). Tradisi Armenia lainnya menyebutkan 2 orang nama yaitu Kagba dan Badadilma. Tradiri Suriah menyebutkan adalah Larvandad - Hormisadas dan Gusnasaf. Tradisi Eropa pada abad ke-7 menyebutkan bahwa orang Majus itu adalah 3 orang raja yang bernama Baltasar - Melkior dan Kaspar. Dan ada juga yang menggambarkan 3 orang Majus itu adalah orang Asia - orang Afrika - dan orang Eropa. Informasi tersebut berdasarkan tulisan berjudul " Excerrpta et Collectanea yang ditulis oleh St. Beda ( Wafat pada 735 M ) menuliskan Melkior adalah orang tua berambut putih dan berjenggot panjang dia mempersembahkan emas; Ciri Kaspar adalah seorang muda tanpa jenggot dan kulitnya kemerah merahan dia yang mempersembahkan kemenyan; Ciri Baltasar adalah berkulit hitam dan berjenggot lebat dia mempersembahkan Mur. Melkior wafat pada 1 Januari pada usia 116 tahun; Baltasar meninggal pada 6 Januari dalam usia 112 tahun; Kaspar meninggal pada 11 Januari dalam usia 109 tahun. Seorang bapa gereja yang bernama Origenes yang meninggal pada tahun 254 M adalah orang pertama yang menggunakan nama nama orang Majus tersebut.

Walaupun demikian kita harus sadar bahwa Alkitab sama sekali tidak memberitahukan jumlah orang-orang Majus ini maupun nama-nama mereka. Sangat mungkin bahwa jumlah tersebut (3 orang) dikaitkan dengan 3 persembahan yang dibawa mereka yakni emas, mur dan kemenyan. Namun persoalanya adalah apakah jumlah persembahan menentukan jumlah pemberi? Jelas tidak harus demikian. Bisa jadi mereka berjumlah lebih dari 3 orang namun membawa 3 macam persembahan.

Orang orang Majus tersebut bertemu bayi Yesus bukan di kandang tetapi di sebuah rumah ( Matius 2 : 11 ). Dengan kata lain orang orang Majus bertemu dengan Bayi Yesus tidak bersamaan dengan para gembala. Ada asumsi yang mengatakan bahwa orang orang Majus bertemu dengan Bayi Yesus setelah berumur 40 hari. Berdasarkan tradisi Yahudi bahwa Yesus di sunat di diberi nama setelah berumur 6 hari, Setelah 40 hari genap pentahuran Maria ibu Yesus, Bayi Yesus dibawa ke Yerusalem untuk diserahken kepada Tuhan ( Baptis ) sehingga kemungkinan Yusuf dan Maria telah menemukan rumah untuk tinggal. Kita harus memahami bahwa waktu di mana para Majus menjumpai Yesus, bukanlah tepat pada saat Yesus dilahirkan (di kandang) namun beberapa waktu setelah Yesus dilahirkan sehingga tentunya Maria dan Yusuf sudah pindah dari kadang ke sebuah rumah. Jadi para gembala hadir pada saat Yesus dilahirkan makanya mereka bertemu Yesus di kadang namun para Majus hadir beberapa waktu kemudian makanya mereka bertemu Yesus di rumah. Itu berarti bahwa para gembala tidak pernah bertemu dengan para Majus. (Catatan : Kalau bikin drama Natal, jangan pertemukan para gembala dan para Majus sebab ini keliru). Jadi tidak ada kontradiksi dalam Alkitab

Bintang apakah yang mereka lihat ?
Penampakan Bintang Betlehem juga dianggap sebagai sebuah penggenapan kitab Perjanjian Lama seperti dalam Bilangan 24 : 17 " Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set. "

Lalu bintang apakah yang dilihat oleh para majus itu yang menuntun mereka dalam mencari Yesus? Sudah terdapat banyak usaha untuk menjelaskan bintang Natal/ bintang Betlehem ini secara ilmiah. Pengamatan Astronomi yang pernah tercatat adalah

  1. Di Tiongkok, ahli perbintangan mencatat adanya sebuah komet yang sebentar kelihatan sebentar hilang selama sekitar 70 hari pada tahun 5 SM.
  2. Pada tahun 1603 M., Johannes Kepler, seorang ahli astronomi Jerman dengan menggunakan teleskopnya berhasil mengamati sebuah konjungsi planet Yupiter dan Saturnus pada rasi bintang Pisces. Dan melalui perhitungan yang cermat Johannes Keplermenemukan bahwa konjungsi seperti ini pernah juga terjadi berabad sebelumnya, sekitar tahun 7 atau 6 SM. Selama bertahun-tahun temuan ini tidak dihargai.
  3. Pada tahun 1925 ditemukan manuskrip-manuskrip kuno di sebuah bekas sekolah astrologi yang terkenal di Zippar, Babilonia, yang memang mencatat adanya pengamatan konjungsi planet Yupiter dan Saturnus pada rasi bintang Pisces selama sekitar 5 bulan pada tahun 7 SM.

Beberapa asumsi dan teori teori terkait dengan keberadaan Bintang Betlehem sebagai berikut

Teori Komet, Meteor dan Supernova

Meteor
Meteor adalah kilatan cahaya di langit yang terjadi ketika debu-debu angkasa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar. Umumnya meteor yang dilihat hanya seukuran pasir dan akan habis terbakar di atmosfer. Bila bintang natal adalah meteor yang dilihat oleh orang-orang Majus maka harus muncul di arah timur. Memang kemunculan meteor dapat dari arah mana pun dilihat dari muka Bumi. namun durasinya yang singkat biasanya hanya beberapa detik, membuatnya sukar dikesani sebagai “diam” di atas Kota Betlehem oleh orang-orang Majus seperti pada alkitab. Bila dikaitkan dengan tradisi, penampakan meteor tidak pernah dianggap sebagai pertanda kelahiran calon pemimpin.

Nova dan supernova
Nova, berasal dari Nova Stella yang berarti "bintang baru", merupakan bintang yang cahayanya menjadi sangat terang secara tiba-tiba. Kini diketahui nova adalah bintang meledak. Terang cahaya nova bisa 50.000 kali lebih terang daripada Matahari dan mampu bertahan hingga berbulan-bulan sebelum akhirnya meredup kembali. Peristiwa supernova jauh lebih dahsyat daripada nova. Bintang yang meledak bisa miliaran kali lebih terang daripada sebelumnya. Catatan astronomi menunjukkan, sejak penemuan teleskop tahun 1610 hingga kini, belum ditemukan supernova dalam galaksi kita, Bima Sakti.

Supernova terakhir di Bima Sakti ditemukan tahun 1054 (dicatat oleh astronom Cina dan Jepang), 1572 (diamati oleh Tycho Brahe, astronom Denmark), dan 1604 (diamati oleh Johannes Kepler). Dalam catatan astronomi Cina kuno tidak ditemukan supernova pada sekitar 5 SM, hanya sebuah nova pada sekitar tanggal 10 Maret-27 April 5 SM di rasi Capricornus (Kambing Laut). Nova ini bisa jadi yang dimaksud oleh orang-orang Majus sebagai bintang yang mereka lihat terbit di timur. Namun, Nova, seperti bintang-bintang lainnya, posisinya relatif tetap dan tidak akan tampak bergerak. Selain itu, penampakan nova di langit malam akan membuatnya menjadi obyek yang mencolok dan mudah dikenali, sehingga semestinya tidak hanya orang majus yang memperhatikannya, tapi semua orang saat itu pasti melihatnya. Kepler pernah mengatakan bahwa bintang ini adalah " Supernova " . Supernova adalah planet yang meledak dan kehabisan energi sampai akhirnya meredup. Ini terjadi pada tanggal 10 Oktober 1604 di mana sementara Kepler, mengamat-amati hubungan Jupiter dan Saturnus yang terdapat dalam konstelasi Sagitarius di langit, tiba-tiba muncul sebuah bintang secerah Jupiter, yang tampak di antara Jupiter dan Saturnus. Kepler menghitung bahwa kejadian ini terjadi setiap hampir 800 tahun sekali. Berarti 2 kejadian sebelumnya terjadi sekitar tahun 7 SM. Ia lalu menulis sebuah buku berjudul De Stella Nova in Pede Serpentarti dan menghubungkan supernova ini dengan tahun kelahiran Kristus seperti perhitungan Laurence Suslyga bahwa Kristus lahir di tahun 4 SM. Tahun 1614 Kepler mempublikasikan kesimpulannya bahwa supernova yang kelihatan tahun 1604 juga adalah supernova yang tampak di tahun 7 atau 6 SM dan dikenal sebagai bintang Betlehem. Kepler percaya bahwa supernova itu sengaja ditempatkan Tuhan untuk memimpin orang-orang Majus untuk berjumpa dengan Yesus. Terhadap pendapat ini Herlianto berkata bahwa : Kelihatannya supernova juga tidak cocok, karena supernova sekalipun bisa meledak dan kelihatan sangat terang dan bisa berlangsung beberapa minggu, data Alkitab tidak menunjukkan adanya bintang yang sinarnya sangat terang, kecuali bahwa bintang itu seakan-akan petunjuk arah . (www.yabina.org)

Komet
Teori lain menyebutkan komet. Meskipun manuver yang diperlukan dalam syarat Bintang Natal dipenuhi bintang berekor ini, sayangnya dalam berbagai budaya komet identik dengan pertanda buruk atau bencana. Jadi, komet juga tidak mungkin sebagai Bintang Betlehem. Pandangan lain tentang bintang Betlehem ini yang paling banyak diterima adalah bahwa itu adalah sebuah komet yang kemudian hari disebut komet Halley berdasarkan penemunya yakni Edmond Halley. Tentang ini Herlianto memberi penjelasan : Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari melalui lintas edar berbentuk parabola, dan bila sedang mendekati bumi maka akan kelihatan berekor (bintang berekor) dan akan kelihatan bergerak ke arah yang berlawanan dengan ekornya sehingga terlihat menunjuk arah tertentu. Komit bila terlihat di bumi bisa berlangsung selama beberapa minggu. Kemungkinannya, komitlah yang dilihat orang majus, apalagi kala itu kehadiran komit dipercaya sebagai pertanda adanya peristiwa besar di bumi, seperti bencana atau kelahiran atau kematian orang besar. Pada waktu Julius Caezar meninggal tercatat terlihat komit selama seminggu. Kemungkinan bintang itu komet memang besar, karena dalam Matius 2:1-10, terlihat bahwa bintang itu menunjuk suatu arah, berpindah tempat dan terlihat selama beberapa hari . (ibid). Herlianto melanjutkan : Komet itu muncul pada akhir tahun 1758 sampai Maret 1759. Komit itu mulai tercatat oleh astronom Cina pada tahun 239sM (Encarta), dan terakhir terlihat pada tahun 1986. Dari beberapa kehadiran komit yang kemudian dinamakan Halley itu lamanya berkisar 75 sampai 79 tahun. Dengan mengambil median 77, dihitung dari tahun 239sM, kemungkinan besar pada tahun-tahun sekitar 8 SM komit Halley mendekati dan terlihat di bumi dan berada di atas Yudea di hari kelahiran Yesus. Namun juga ada yang menolak dugaan ini dengan alasan bahwa : Catatan mengenai penampakan komet tidak cocok dengan kelahiran Tuhan. Misalnya, Komet Halley tampak pada tahun 11 S.M., tetapi hari Natal yang pertama terjadi sekitar tahun 7 sampai 5 SM . Kalau begitu bintang apakah yang dilihat orang-orang Majus itu? Kita memang tidak dapat mengetahuinya dengan pasti dan itu tidaklah penting. Satu hal yang pasti adalah apa pun bintang itu, Allah telah memakainya sedemikian rupa untuk melaksanakan kehendak-Nya. Tuhan telah sering menggunakan cahaya surgawi yang istimewa untuk membimbing umat-Nya, seperti kemuliaan yang memenuhi Kemah Suci (Keluaran 40:34-38) dan Bait Suci (1 Raja-raja 8:10) dan cahaya yang menyinari Rasul Paulus (Kisah Para Rasul 9:3). Tanda-tanda yang menunjukkan kehadiran Tuhan seperti itu dikenal sebagai Kemuliaan Shekinah, atau tempat tinggal Tuhan. Cahaya istimewa ini adalah manifestasi yang tampak dari keagungan Tuhan. Beberapa penjelasan para ahli astronom di atas mengenai Bintang Betlehem sangat bermacam-macam, tetapi semuanya itu menuju kepada satu kesimpulan saja. Satu hal yang dapat kita simpulkan bahwa munculnya Bintang Betlehem tersebut adalah salah satu kasih karunia Allah untuk menyambut datangnya Juruselamat dunia yang turun ke bumi untuk menyelamatkan umat manusia yaitu Tuhan Yesus Kristus .

Teori konjungi Planet Jupiter-Saturnus
Teori astronomi yang paling kuat mendekati adalah peristiwa konjungsi Planet Jupiter-Saturnus. Sepanjang tahun 7 SM, terjadi 3 kali konjungsi yang melibatkan Jupiter dan Saturnus di rasi bintang Pisces (Ikan) dimulai dengan konjungsi pertama pada tanggal 29 Mei, kemudian diikuti konjungsi kedua pada 1 oktober dan yang ketiga 4 Desember. Setelah itu pada Februari 6 SM, terjadi lagi konjungsi antara Mars, Jupiter dan Saturnus yang terjadi setiap 805 tahun. Dalam konjungsi pertama di tahun 7 SM, Jupiter dan Saturnus baru terbit setelah lewat tengah malam, sehingga akan tampak di arah timur sebelum Matahari terbit. Pada konjungsi kedua, kedua planet terbit saat Matahari terbenam dan akan terlihat sepanjang malam. Selang waktu terjadinya konjungsi memungkinkan para Majus melakukan perjalanan dari Timur menjumpai Herodes, setelah melihat bintangNya di timur (Matius 2:2).

Tak bisa dipungkiri kalau kelahiran seseorang di masa itu seringkali dikaitkan dengan tanda-tanda tertentu di langit. Nah, pada masa itu konjungsi Yupiter (mag -2.5) dan Saturnus (mag 0.8) bisa dikatakan merupakan tanda ideal kehadiran raja baru. Yupiter dikenal sebagai Planet of Kings (Planet raja-raja) sementara Saturnus dikenal sebagai Protector of Jews (Pelindung bangsa Yahudi), memberi indikasi kedatangan Raja yang akan melindungi seluruh bangsa Yahudi .

Bagi astrolog zaman dahulu, rasi bintang Pisces (ikan) dikenal sebagai rumah bangsa Ibrani, Jupiter merupakan " ruler of the universe " (penguasa alam semesta) dan Saturnus diasosiasikan dengan Palestina. Hal ini memberi kesan kalau konjungsi tersebut merupakan pertanda " King of Israel and Ruler of a Universe about to be born in Israel " (Raja Israel dan penguasa alam semesta akan lahir di Israel). Yang perlu diingat dan ditandai, peristiwa konjungsi Yupiter Saturnus sangatlah jarang, dan hanya terjadi dalam interval waktu antara 40 - 338 tahun. Tentulah kejadian ini akan dianggap spektakuler oleh orang-orang yang mempelajari benda-benda langit dan mulai mengasosiasikannya dengan suatu kejadian. Bagi orang-orang Majus yang juga mengenali sejarah Bangsa Yahudi dan kepercayaannya. kejadian ini menjadi pertanda kalau Mesias yang dinubuatkan akan lahir dan menyelamatkan bangsa Yahudi.

"Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.(Matius 2:9)

Setelah bertemu Herodes, orang-orang Majus kemudian menuju kota Betlehem kira-kira 10 kilometer (6.2 mil) di arah selatanYerusalem. Dalam pengamatan mereka, bintang yang mereka lihat di Timur sudah bergerak mendahului mereka dan berhenti di atas kota Betlehem. Pada pertemuan pertama Yupiter dan Saturnus memang terlihat di timur setelah lewat tengah malam, namun saat terjadi konjungsi kedua dan ketiga (Oktober dan Desember 7 SM) keduanya akan tampak berada di zenith (titik tertinggi yang dicapai dalam gerak harian benda langit) setelah matahari terbenam. Hal inilah yang menyebabkan kedua planet ini seolah-olah berhenti di atas langit kota Betlehem, memberi tanda pada orang Majus kalau sang Raja itu ada disana, terbaring di palungan dalam balutan kain lampin (atau kain kafan).

Bukti arkeologis dan budaya
Dalam bahasa aslinya, kata yang diterjemahkan "di Timur", en te anatole. Artinya, bisa diterjemahkan juga: "yang terbit sangat terang". In its rising. Barangkali ini mencerminkan pengalaman dahsyat orang Majus karena sangat terang benderangnya bintang itu. Sangat pantaslah, bahwa sekian trilyun kali cahaya matahari harus dipancarkan untuk menandai kelahiran "Sang Terang Dunia". Orang-orang Majus itu mesti mencari makna astrologisnya.

Kalau diterima bahwa bintang itu adalah konjungsi planet Yupiter dan Saturnus pada tahun 7 SM, maka ini cocok dengan lempengan batu ditemukan di Menara kuno Zippar, di tepi sungai Efrat. Jadi tempatnya juga sekaligus cocok dengan asal orang-orang Majus tadi. Bunyi lempengan batu itu, dalam bahasa Babel kuno: MULLU-BABA U KAIWANU INA ZIPPATI. Artinya: "Yupiter dan Saturnus dalam rasi bintang Pisces." Perhitungan tanggalnya juga cocok, Desember 7 SM. Bukti-bukti arkeologi lain juga dijumpai dalam sebuah papyrus dari tahun 42 Masehi, yang juga mencatat konjungsi 2 planet itu. Sekarang papyrus ini disimpan di Berlin. Kembali ke lempengan Zippar dan hubungannya dengan orang Majus. Lempengan Zippar ini pertama kali ditemukan oleh seorang sarjana Jerman bernama P.Scanable pada tahun 1925. Menurut Scanable, di kota Zippar terdapat sekolah Astrologi yang terkenal pada zaman Babel kuno.

Lempengan Zippar menyebut dalam bahasa Babel KAIWANU, istilah Aramnya: KAWBAH. Jadi mungkin ucapan orang Majus itu mendekati dialeknya dengan terjemahan Peshitta: Hazin Geir Kawbah be Madintah. " Kami telah melihat bintangnya yang terbit di Timur ". Dalam proses pertukaran bunyi, the ponetic corespondence, itu lazim terjadi dalam kajian bahasa serumpun. Kaiwanu, menjadi: Kawbah, dalam bahasa Aram. Dan paralel istilah bahasa Arabnya, barangkali: Kawakib, Kawkabat. Artinya sama, bintang atau sebuah bintang. Nah, lebih menarik lagi kalu kita coba melacak kira-kira adakah makna tertentu dalam "simbols of Babylonian Astrology". Ternyata ada. Bintang-bintang itu, dalam astrologi Babel kadang-kadang diidentikkan dengan bangsa-bangsa tetangga mereka, selain dikaitkan dengan makna lain. Dari hasil penelitian naskah-naskah kuno agama Babel, Pisces itu lambang the End Times, "zaman akhir". Jupiter sebagai planet terbesar, the royal planet in Babylonian astrology, melambangkan The Ruler, Raja atau Penguasa. Sedangkan Saturnus melambangkan Negara Palestina. Jadi, berdasarkan cara berfikir orang Babel, fenomena perbintangan itu dapat diartikan:"Seorang Raja, Penguasa telah datang pada zaman akhir ini, di Palestina".

Teori Konjungsi Jupiter-Regulus
Konjungsi ini muncul pada kisaran tahun 3 SM - 2 SM di saat perayaan Tahun Baru Yahudi, Rosh Hashanah. Saat itu di bulan September saat orang Majus mengamati langit, tampak Jupiter memulai proses konjungsinya dengan bintang Regulus.

Regulus berasal dari kata Regal, orang Babilon menyebut Regulus " Sharu " , yang berarti raja. Orang Romawi menyebutnya Rex, yang juga berarti raja. Dan pada awal tahun Yahudi, " Planet of Kings "  bertemu dengan " Star of Kings ". Yang menarik, saat itu Jupiter bergerak berlawanan dengan gerak bintang. Gerak inilah yang kita kenal sebagai gerak retrograde. Mungkin gerak retrograde Jupiter inilah yang menarik perhatian orang Majus, karena setelah mengalami konjungsi dengan jarak terdekatnya dari Regulus, Jupiter memasuki masa gerak retrogradenya. Tapi kemudian, Jupiter berubah pikiran dan kembali bergerak mendekati Regulus dan mengalami konjungsi kedua. Setelah pertemuan kedua, Jupiter kembali berbalik arah dan bertemu untuk ketiga kalinya dengan Regulus. Maka terjadilah triple conjunction. Kejadian seperti ini sangatlah jarang, dan setelah beberapa bulan yang terlihat Raja Planet ini sedang menari halo di atas Regulus. Laksana penobatan sang raja.

"Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: " Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."" (Wahyu 5:5)

Bukan hanya itu. Pertemuan Jupiter dan Regulus sendiri berlangsung di rasi bintang Leo, yang berlambang singa dan diasosiasikan dengan bangsa Yehuda. Sedangkan, Singa Yehuda sendiri merupakan perlambangan dari Yesus, Mesias yang akan datang dari bangsa Yehuda. Fenomena alam ini sepertinya memberi pertanda akan kedatangan Raja Yahudi. Inilah yang bisa jadi menjadi alasan orang Majus mengikuti bintang terang tersebut menuju Betlehem menemui Yesus. Tuhan memakai kejadian sehari-hari yang biasa ditemui orang Majus untuk membawa mereka datang kepada Kristus. Kejadian alam yang diasosiasikan dengan kepercayaan setempat membawa kesimpulan akan kelahiran seorang Raja di tengah mereka.

St. Ireneus yang wafat pada 202 dalam tulisannya " Adversus haereses " menyampaikan tafsiran tentang persembahan yang dibawa oleh orang orang Majus berupa Emas , Kemenyan dan Mur sebagai berikut : " Raja, Tuhan dan Penebus yang menderita; Dia juga menafsirkan sebagai keutamaan, doa dan penderitaan.

Makna persembahan yang dibawa oleh orang orang Majus adalah

  1. Emas melambangkan bayi Yesus akan menjadi Raja yang Agung
  2. Kemenyan melambangkan bayi Yesus akan menjadi Imam
  3. Mur melambangkan bayi Yesus akan meti untuk menebus dosa manusia

 

Salam,

Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://teknologitinggi.wordpress.com/2008/12/24/misteri-bintang-Betlehem-dan-orang-majus-terlengkap/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang_natal
3. http://airhidup.info/wp/siapakah-orang-majus-bintang-apakah-yang-mereka-lihat/
4. http://www.christiananswers.net/indonesian/q-eden/edn-c018i.html