Translate :
 
 
 
 
 
 

BUDIDAYA PEPAYA

 

Buah-buahan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat indonesia adalah pisang, pepaya, nanas, semangka / melon, jeruk siam dan salak. Buah-buahan tersebut tidak mengenal musim. Beda dengan mangga, rambutan, durian, duku dan nangka yang berbuahnya musiman. Jambu air, belimbing, anggur dan apel malang, meskipun berbuah tanpa musim namun volume produksinya masih sangat terbatas. Jambu air dan belimbing tidak pernah bisa hadir secara kontinu dalam volume yang sesuai dengan permintaan pasar. Buah-buahan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat tersebut, yang tidak pernah kekurangan pasokan hanyalah nanas dan salak. Sementara pisang, terutama kualitas A, pepaya dan semangka serta melon, selalu kekurangan pasokan. Karenanya, budidaya pisang, pepaya dan semangka serta melon, masih sangat longgar pangsa pasarnya.

Mengapa pasar buah selalu kekurangan pisang, pepaya, semangka dan melon? Karena buah-buahan ini diperlukan secara massal oleh asrama, hotel, restoran dan tempat-tempat pertemuan umum. Kalau ada orang hajatan di kampung maupun di tempat-tempat elite, buahnya pasti pepaya, semangka dan nanas. Paling banter pisang, jeruk siam dan salak. Tidak pernah dalam pesta hajatan atau rapat kerja itu disajikan durian, jambu air atau belimbing. Untuk kebutuhan massal tersebut, memang diperlukan buah yang kualitasnya standar, namun harganya terjangkau. Pepaya, semangka, nanas dan pisang, rasanya pasti standar. Demikian pula halnya dengan salak pondoh atau salak bali dan jeruk siam. Kualitas jeruk siam kita, selama 20 tahun terakhir ini memang sudah bisa memenuhi kebutuhan massal tersebut.

Meskipun jenis pepaya sangat banyak, namun yang sekarang dibudidayakan petani hanyalah varietas bangkok. Varietas cibinong dan hawaii hanya dibudidayakan secara terbatas. Yang disebut varietas bangkok adalah pepaya dengan bentuk buntek Bagian tengah agak membesar dengan ujung meruncing, dengan lekukan dan tonjolan yang tajam pada bagian tengah buah.. Ukuran varietas ini sangat besar. Diameter buah bisa mencapai 20 cm. sementara panjangnya 30 cm. Kulit buahnya kasar berwarna hijau tua, dengan warna merah pada tonjolan di bagian tengah dan ujung buah. Daging buahnya tebal dengan warna jingga kemerahan. Rasa daging buah manis dan segar dengan tekstur agak kasar. Aroma buah kurang. Varietas ini disebut bangkok sebab para petani mula-mula mengembangkannya dari benih sase yang berasal dari Thailand. Sekarang para petani sudah bisa membenihkannya sendiri hingga benih sase hampir tidak pernah digunakan petani lagi. Para petani menyenangi pepaya varietas bangkok karena produktivitas buahnya sngat tinggi. Dalam kondisi optimal, tiap tanaman bisa berproduksi 40 sd. 60 kg. per tahun.

Varietas cibinong berbentuk memanjang. Diameter buah hanya sekitar 10 cm. dengan panjang 25 cm. Kulit buahnya halus berwarna hijau terang ketika mentah dan kuning cerah setelah masak. Daging buah pepaya cibinong tebal, rongga bijinya sangat sempit. Warna daging buahnya kuning, dengan rasa manis. Tekstur daging buah lembut dengan aroma sedang. Produktivitas pepaya cibinong tidak setinggi varietas bangkok. Yang juga banyak dibudidayakan masyarakat adalah varietas hawaii. Pepaya ini berbetuk bulat dengan ukuran buah sangat kecil. Diameter dan panjang buah hanya sekitar 10 cm. Kulit buah hijau tua dan kuning cerah ketika masak. Daging buah juga berwarna kuning dengan rasa manis dan aroma sangat harum. Sebenarnya pepaya "liar" yang ada di lahan penduduk, juga ada yang mirip dengan pepaya hawaii, bahkan banyak di antaranya yang lebih unggul. Namun sampai sekarang belum pernah ada upaya untuk menyeleksi dan mengembangkannya secara serius.

Sentra utama pepaya varietas bangkok adalah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jatim. Kawasan ini merupakan penghasil pepaya utama untuk memasok Surabaya dan Jakarta. Selain itu, pepaya varietas bangkok juga banyak dibudidayakan di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Boyolali, Jateng. Pepaya cibinong, terutama banyak dibudidayakan di kawasan Jabotabek, termasuk Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Namun di kawasan ini pun sekarang sudah banyak yang membudidayakan pepaya varietas bangkok, karena dianggap lebih menguntungkan. Pepaya hawaai selama ini hanya populer dibudidayakan di Kaltim, terutama di sekitar kota Samarinda dan Balikpapan. Barangkali keberadaan perusahaan minyak, gas alam, pupuk, batubara, emas dan perkayuan (HPH), yang banyak mempekerjakan orang asing, telah menciptakan pasar tersendiri bagi pepaya hawaii. Sebab orang bule, lebih menyukai pepaya kecil yang sekali makan langsung habis, tanpa perlu dipotong-potong.

Selain karena faktor pasar, faktor agroklimat pun juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya sentra pepaya. Varietas bangkok, memang menghendaki udara yang relatif sejuk dan iklim yang agak kering. Jatinom dan Dampit berketinggian sekitar 500 sd. 600 m. dpl. Dari dua lokasi tadi, kualitas pepaya dari Dampit lebih baik dibanding dengan pepaya dari Jatinom. Sebab tingkat kelembapan udara di Dampit lebih rendah dari di Jatinom. Cuaca yang relatif lebih kering ini ikut pula menentukan kualitas daging buah, terutama tekstur dan tingkat kemanisannya. Daging buah pepaya yang baik, harus tetap keras (tidak lembek) meskipun sudah masak sempurna. Semakin ke arah timur, sebenarnya kualitas daging buah pepaya yang dihasilkan akan semakin baik. Namun kawasan yang panas dan kering tadi harus memiliki air dalam jumlah cukup. Sebab pepaya memerlukan pengairan yang banyak, terutama pada saat menjelang berbuah sampai buah menjelang tua.

Di Cibinong, Jatinom dan Dampit, pepaya ditanam di lahan sawah. Kalau ditanam di lahan kering (tegalan), lahan tersebut harus bisa dialiri air irigasi. Di Cibinong, Jatinom dan Dampit, banyak lahan demikian. Lahan sawah yang ditanami pepaya, biasanya dimaksudkan sebagai rotasi dari tanaman padi. Setelah ditanami pepaya selama satu periode (tiga tahun), kalau lahan tersebut kembali ditanami padi akan sangat subur dengan hasil yang meningkat. Selain dengan pepaya, para petani akan merotasi lahan sawahnya dengan jagung, sayuran dan khusus di Jatinom, banyak petani yang merotasinya dengan tembakau. Meskipun ditanam dengan jarak tanam rapat (2 X 3 m), di bawah tegakan pepaya para petani masih bisa membudidayakan cabai, terutama cabai rawit dan kacang tanah. Dengan cara ini, produktivitas lahan bisa dioptimalkan, tanpa mengganggu tanaman pokoknya.

Meskipun bisa ditanam setiap saat sepanjang tahun, umumnya para petani mulai menyemai pepaya pada bulan-bulan Januari dan Februari. Penanaman di lahan, dilakukan pada bulan-bulan Maret dan April. Tujuannya agar ketika tanaman sangat rentan terhadap penyakit akibat bakteri pseudomonas, cuaca sudah tidak terlalu basah. Sebab pada bulan-bulan Mei dan Juni, kawasan di Jawa sudah akan memasuki musim kemarau. Kalau penyemaian dilakukan pada awal musim hujan (Oktober dan November), maka penanaman harus dilakukan pada bulan Desember dan Januari, pas ketika curah hujan sedang mencapai puncaknya. Pepaya yang ditanam pada bulan-bulan ini, akan sangat rentan terhadap penyakit pseudomonas. Namun penamanan pada awal musim kemarau, menuntut adanya sarana pengairan yang baik. Cibinong, Jatinom, Dampit adalah kawasan yang air irigasinya melimpah.

Tetapi pada akhir- akhir ini penentuan bulan tidak dapat menjadi petunjuk karena musim pada saat ini tidak bisa diprediksi sebagai akibat dari dampak pemanasan global. Menghadapi kondisi yang demikian maka petani pepaya harus mempersiapkan strategi strategi yang baik. Strategi tersebut diantaranya adalah menanam tanaman pepaya dekat dengan sumber air sehingga akan mempermudah pengairan pada saat tidak ada hujan dan juga membuat parit- parit atau juringan -juringan yang dapat membuang air saat lahan dipenuhi oleh air hujan. Dan strategi yang tidak kalah pentingnya adalah menanam varietas pepaya yang tahan terhadap perubahan iklim yang ekstrim. Petani juga harus mempersiapkan pestisida yang dapat di manfaatkan sewaktu waktu ketika keadaan mendesak. Pestisida yang dimaksud tidak hanya insektisida tetapi juga fungisida- bakterisida-nematisida- herbisida dan sebagainya. Hal ini memang akan menambah pengeluaran biaya produksi tetapi kita juga harus mempertimbangkan akan keuntungan yang akan kita peroleh apabila tanaman budidaya kita tumbuh dengan baik.

Pepaya yang tumbuh selama musim kemarau ini, akan langsung berbunga pada awal musim penghujan. Hingga pada awal musim kemarau tahun berikutnya (tahun II), panen perdana sudah bisa dimulai. Kalau tanaman diairi secara intensif selama musim kemarau berikutnya, maka stagnasi produksi tidak akan terjadi. Beda dengan tanaman yang tidak diairi, yang akan mengalami stagnasi produksi bahkan juga pertumbuhan vegetatif selama musim kemarau berlangsung. Tanaman yang diberi pengairan intensif ini akan mencapai puncak produksinya pada tahun III dan pada tahun IV produksinya sudah menurun. Para petani pepaya yang serius, akan mulai menanam benih baru pada tahun IV ini, hingga pada tahun V ketika tanaman pertama dibongkar, tanaman kedua sudah mulai berbuah. Dengan pola penanaman demikian, produksi akan berlangsung terus tanpa terhenti.

1. SEJARAH SINGKAT
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daerah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.

Pepaya" sepanjang tahun selalu ada dimana-mana dan terkenal dengan berbagai nama yang hampir sama dengan "pepaya" misalnya Papaya, Tapaya, Popaya, papal dan lain-lain.

2. JENIS TANAMAN
1) Pepaya Jantan
Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala, benang sari
tersusun dengan sempurna.

2) Pepaya Betina
Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Bunga yang besar akan menjadi buah. Memiliki bakal buah yang sempurna, tetapi tidak mempunyai benang sari, biasanya terus berbunga sepanjang tahun.

3) Pepaya Sempurna
Memiliki bunga yang sempurna susunannya, bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna, yaitu:
1. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat.
2. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong.
3. Berbenang sari 2 - 10 dan bakal buah mengkerut.

Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan:
1. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.
2. Yang berbuah musiman.

Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia, yaitu:

1 Pepaya semangka, memiliki daging buah berwarna merah semangka, rasanya manis.
2) Pepaya burung, warna daging buah kuning, harum baunya dan rasanya manis- asam.

Varietas Pepaya

NO
VARIETAS
TAHUN DILUNCURKAN
KETARANGAN
1 Delima Merah 2011

Komoditas: Pepaya
Tahun: 2011
Bentuk buah: lonjong
Hasil buah per musim 4 bulan: 86-100 ton/ha
Populasi per hektar: 1.200 tanaman
Rasa daging buah: manis
Tektur daging buah: agak kenyal
Ukuran buah: panjang 21-30 cm, diameter 9,6-12,7 cm
Umur mulai berbunga: 2,5-3 bulan setelah tanam
Umur mulai panen: 150-180 hari setelah anthesis
Warna daging buah: orange kemerahan
Warna kulit buah masak: Orange
Warna kulit buah muda: coklat keabuan
Warna mahkota bunga: kuning kehijauan
Wilayah adaptasi: Beradaptasi dengan baik di dataran rendah dengan altitude 350 m dpl.
Status: Komersial

Varietas Delima Merah

 

3. MANFAAT TANAMAN PEPAYA
1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”, selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi      terutama vitamin A dan C. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari      pepaya, dodol pepaya. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur)      saus tomat yakni untuk penambah cita rasa, warna dan kadar vitamin.
2) Dalam industri makanan, akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing.
3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria, kejang perut dan sakit panas. Bahkan daun mudanya enak      dilalap dan untuk menambah nafsu makan, serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun      ransum ayam.
4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut      “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman      (penjernih), industri farmasi dan textil.
5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati      atau sering dibuat urap. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan      pengeringan.

4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat ( kabupaten Sukabumi ), Jawa Timur ( kabupaten Malang ), Pasar Induk Kramat Jati DKI, Yogyakarta ( Sleman ), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan ( Toraja ), Sulawesi Utara (Manado).

5. SYARAT TUMBUH
5.1. Iklim

1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan       tanaman.
2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 1000- 2000 mm/tahun.
3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C.
4) Kelembaban udara sekitar 40%.

5.2. Media Tanam
1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Tanah itu harus      banyak menahan air dan gembur.
2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.
3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Air menggenang dapat       mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Apabila kekeringan air, nama tamanan akan       kurus, daun, bunga dan buah rontok. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan       tanah.

5.3. Ketinggian Tempat
Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1 PENYIAPAN TANAH UNTUK PENANAMAN "PEPAYA".

Apabila ingin menanam "pepaya" di pekarangan, pilihlah tempat yang paling tinggi letaknya supaya tempat penanaman "pepaya" itu nantinya tidak tergenang air hujan, karena begitu ada air menggenang, dengan segera dapat juga merembes ke tempat lain yang lebih rendah. "Pepaya" tidak tahan terhadap air becek yang menggenangi akar-akarnya terlalu lama.

Galilah lubang penanamannya berukuran 1 x 1 meter yang dalamnya 1 1/2 meter supaya susunan akarnya nanti dapat tertanam dalam tanah yang gembur dan mudah meneruskan air ke bawah.

Setelah lubang diisi kembali dengan tanah (yang tadinya di bawah dikembalikan juga ke bawah dan yang tadinya di atas harus dikembalikan lagi di atas). Jangan lupa mencampur tanah atas ini dengan pupuk kandang kering sebanyak dua kaleng minyak tanah.

Tumpukan tanah itu memang akan merupakan gundukan yang cembung. Namun biarkanlah semuanya mengendap selama tiga hari. Tunggulah tanahnya ambles lagi dengan sendirinya.

Apabila tanahnya memang agak liat tambahilah tanah lagi secukupnya, supaya gundukan itu cembung lagi, maksudnya supaya pohon "pepaya" nanti tidak akan terlalu dalam tertancapnya. Kita seringkali gagal menanam "pepaya", karena penanaman di tanah liat semacam itu cekung, hingga begitu ada air hujan jatuh, lubang itu menjadi kubangan. Akar "pepaya"nya megap-megap jadinya. Namun apabila tanahnya lebih berpasir atau memang tanah beranjangan, maka menanamnya harus lebih dalam, supaya pohonnya tidak mudah roboh


6.2. Pembibitan
1) Persyaratan Bibit/Benih

Sebagai bibit dipergunakan biji, meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu:
a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar, dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari, sebelumnya bunga-bunga betina membuka. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali.

b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki
secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.
Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

2) Penyiapan Benih
Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram (Benlate T) 0,5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Biji-biji yang sudah dikeringkan, jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Caranya biji-biji, yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit.

Mengenai Pembibitan dan Penanaman ada dua pendapat yang bebeda yaitu
1. Penanaman pepaya secara langsung
Biji-biji "pepaya" sebaiknya disebar langsung di atas lubang penanaman yang tadi sudah disiapkan. Namun biji-biji sebagai bibit tadi harus sudah merupakan biji-biji pilihan yang bagus.

Diantara kecambah-kecambah yang tumbuh nanti harus dipilih lagi yang bagus pertumbuhannya untuk dipertahankan. Dan yang jelek dicabuti.

Waktu yang paling baik untuk menanam "pepaya" ialah sekitar lima bulan sebelum musim hujan, supaya berbuahnya nanti dapat memperoleh air hujan yang cukup. Sebab proses pembentukan buahnya memang membutuhkan air yang cukup. Namun juga tidak boleh ada air ngecembeng terlalu lama menggenangi akar-akarnya. Karena menyemai di musim kemarau, sudah tentu kita harus rajin menyiram.

2. Penanaman pepaya dengan pembuatan pembibitan terlebih dahulu
    Teknik Penyemaian Benih Tanaman Pepaya
Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun.

3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam.

4) Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

6.3. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan

Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

2) Pembentukan Bedengan
Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm, tinggi 20-30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

3) Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

4) Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.

6.4. Teknik Penanaman
1) Pembuatan Lubang Tanam

Untuk biji yang disemai, sebelum bibit ditanamkan bibit, terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm, yang digali secara berbaris. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan
penanaman. Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

2) Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

6.5. Pemeliharaan Tanaman
1) Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

2) Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

3) Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

4) Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. Cara pemberian pupuk:
a) Tiap satu minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl,     dicampur dan ditanam melingkar.
b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan     40 gram KCl.
c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50     gram KCl.
d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan     75 gram KCl.

5) Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit- parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1) Kutu tanaman (Aphid).

Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan
cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang.

7.2. Penyakit
Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, roboh semai, busuk buah,leher akar, pangkal batang dan nematoda.
Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.

Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati.

8. PANEN
8.1. Ciri dan Umur Panen

Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

8.2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

8.3. Periode Panen
Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.

8.4. Prakiraan Produksi
Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah, bahkan sampai 150 buah. Setelah panen pertama, pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.

9. PASCAPANEN
9.1. Pengumpulan

Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup, dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Pilihlah buah secara selektif, perhatikan bentuk, warna dan ukuran. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing, misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak, kelompok B buah yang sudah siap dimasak, kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan.

9.3. Penyimpanan
Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi).

9.4. Pengemasan dan Pengangkutan
Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya, setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut.

10. STANDAR PRODUKSI
10.1.Ruang Lingkup

Standar ini meliputi diskripsi, klasifikasi dan syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, cara pengemasan.

10.2.Diskripsi
Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996.

10.3.Klasifikasi dan Standar Mutu
Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A, B, C dan D berdasarkan berat tiap buah, yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu.
Kelas A : Berat per buah 2,5 kg – 3,0 kg
Kelas B : Berat per buah 1,8 kg – 2,4 kg
Kelas C : Berat per buah 1,5 kg – 1,7 kg
Kelas D : Berat per buah < 1,5 kg atau > 3 kg
Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen, kebenaran kultivar. Keseragaman ukuran berat, tingkat kerusakan, kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran.
a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip, Mutu II 2-3 strip, Mutu III 1 strip.
b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%, mutu II benar 95% , Mutu III benar 90%
c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%, mutu II seragam 95%, mutu III seragam 90%.
d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%, mutu II seragam 95%, mutu III seragam 90%.
e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%, mutu II 0%, mutu III 0%
f) Kadar kotor: mutu I 0%, mutu II 0%, mutu III 0%
g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%, mutu II 0%, mutu III 0%.
h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%, mutu II segar < 25%, mutu III segar > 25%

10.4.Pengambilan Contoh
Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan, contoh diambil secara acak.
a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua
b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurang- kurangnya 5
c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang- kurangnya 7
d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurang- kurangnya 9
e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang- kurangnya 10
Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.

10.5.Pengemasan
Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi.
Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah

Pepaya Malang segar.
Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar. Dapat juga digunakan peti kayu.

 

 

 

Salam

Dwi Hartoyo,SP

REFERENSI
http://www.pdfchaser.com/PEPAYA.html#
http://www.pdfchaser.com/PEPAYA-(Cacarica-papaya,-L).html#
http://www.pdfchaser.com/pdf/jarak-tanam-pepaya.html
http://foragri.blogsome.com/kesulitan-budidaya-pepaya/
http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-pepaya.html
http://laely-widjajati.blogspot.com/2010/03/cara-menanam-pepaya-yang-benar.html
http://infokebun.wordpress.com/2008/06/10/budidaya-pepaya/
http://www.agrokatesmandiri.com/budidaya-pepaya-california.html
http://www. cianjurkab.go.id/content/static/pdf/fin_pepaya.pdf
http://www.bisnisbali.com/2008/04/01/news/opini/juk.html
http://mtafm.com/v1/?p=1996