Translate :
 
 
 
 

 

 
 
 

FILATELI
PERANGKO PERANGKO TERMAHAL

 

Meski popularitas penggunaannya semakin menurun seiring kemajuan teknologi, prangko masih saja menjadi koleksi bernilai tinggi. Filateli, bukan hanya sekadar menjadi hobi mengoleksi prangko tapi bisa menjadi bentuk investasi yang menjanjikan. Beberapa prangko nilainya bisa mencapai angka miliaran rupiah karena nilai sejarahnya yang tinggi seperti yang dilaporkan China.org.cn pada 27 April 2012. Coba simak prangko termahal di dunia berikut ini.

1. The Three-Skilling Yellow

The Three-Skilling Yellow The Three-Skilling Yellow

The Three-Skilling Yellow, adalah prangko salah cetak terbitan pemerintah Swedia yaitu pada cetakan pertamanya tahun 1855. Dimana prangko normalnya saja (yang seharusnya berwarna biru-hijau) juga termasuk prangko langka. Three-Skilling Yellow adalah salah satu prangko terlangka dan hanya satu-satunya yang tersisa. Tahun 1984 prangko ini terjual seharga 977.500 Swiss francs oleh David Feldman. Tahun 1990 penjualan mencapai angka satu juta dolar US, kemudian tahun 1996 terjual seharga $2,3 juta atau sekitar Rp. 21,85 milyar. Dan setiap kali terjual selalu mencetak record angka tertinggi sebagai sebuah prangko termahal di dunia.

2. The first two Mauritius

The first two Mauritius stamps The first two Mauritius stamps

The first two Mauritius stamps (1847) adalah dua seri prangko pertama yang diterbitkan pemerintah kolonial Inggris. Hanya tersisa satu buah prangko pertama dengan kondisi unused dan tiga buah prangko kedua juga dengan kondisi unused. Tahun 1993 David Feldman melelang prangko Mauritius milik Hiroyuki Kanai menghasilkan record tertinggi. Prangko pertama yang berwarna orange terjual seharga $1,072,260 atau sekitar Rp. 10 Milyar lebih dan yang kedua seharga $1,148,850 juga sekitar lebih dari Rp. 10 Milyar.

3. The inverted Jenny

The inverted Jenny The inverted Jenny

The inverted Jenny adalah prangko Amerika tahun 1918 bergambar pesawat Curtiss JN-4 dan secara tidak sengaja tercetak terbalik; ini mungkin adalah salah cetak paling terkenal di dunia filateli Amerika. Hanya 100 prangko salah cetak yang tersisa, membuatnya menjadi salah satu prangko salah cetak paling berharga; Satu blok penuh prangko inverted Jenny terjual pada lelang Robert A. Siegel bulan Oktober 2005 seharga US$2.7 juta. 4 prangko yang dibeli seharga US$ 3 juta (Rp 28,73 milar) pada tahun 2005. Namun tidak diketahui siapa pembeli prangko tersebut. Dan bulan November 2007 sebuah prangko inverted Jenny terjual seharga US$977,500 (Rp. 9 Milyar). Desember 2007 sebuah prangko mint (unused/belum terpakai) dengan kondisi baik sekali terjual kepada seorang eksekutif Wall Street seharga $825,000 atau sekitar Rp 7,8 Milyar.

4. British Guiana One Cent Black on Magenta

British Guiana One Cent Black on Magenta British Guiana One Cent Black on Magenta

British Guiana 1 Cent Magenta dicetak dengan tinta hitam pada kertas magenta. British Guiana One Cent Black on Magenta (1856) adalah termasuk prangko terlangka dan termahal. Pada tahun 1856, ada kekurangan pasokan prangko di British Guiana, namun pejabat kantor pos tidak bisa menunggu untuk pengiriman perangko dari Inggris. Sehingga koran lokal pun diminta untuk mencetak beberapa perangko yang bernilai 1 dan 4 sen. Prangko dicetak di atas kertas kualitas rendah berwarna magenta dengan tinta hitam, dikarenakan kondisi darurat. Karena prangko tersebut sederhana, masing-masing prangko harus diparaf oleh seorang karyawan kantor pos sebelum digunakan, untuk mencegah pemalsuan.

Diketahui hanya ada satu buah yang tersisa di seluruh dunia, jadi prangko ini unik dan tidak ada lainnya lagi yang pernah ditemukan. Satu-satunya salinan dari Magenta British Guiana 1 Cent ditemukan oleh Vernon Vaughan, anak sekolah Skotlandia saat ia melihatnya di surat pamannya. Tahun 1980 perangko itu dilelang di New York, Amerika Serikat, telah dilelang kepada John Dupont dengan harga US$ 850.000 (Rp 8,14 miliar). 

5. U.S. Franklin Z-Grill

U.S. Franklin Z-Grill U.S. Franklin Z-Grill

U.S. Franklin Z-Grill, 1867. Ini adalah prangko terlangka dari semua prangko Amerika Serikat, hanya ditemukan 2 buah yang masih tersisa. Tahun 1988 sebuah prangko " Z-Grill " 1 cent tahun 1868 terjual seharga $930,000 atau sekitar Rp 8,8 Milyar.

6. Hawaiian Missionaries

Hawaiian Missionaries

Hawaiian Missionaries, 1851 adalah prangko pertama Hawai. Karena  Hawaiian Missionaries dicetak secara kasar dengan kertas yang tipis dan berkualitas rendah, hanya beberapa prangko saja yang berhasil diselamatkan dan merupakan prangko yang sangat langka. Nominal terendah yaitu 2 cent tahun 1851 adalah yang paling langka dari keseluruhan seri, dan hanya tersisa 16 buah. Sebuah prangko Missionary 2 cent dengan kondisi mint (unused) seharga $760,000 dan kondisi used seharga $225,000.

7. The Penny Black

The Penny Black

The Penny Black, adalah prangko berperekat resmi pertama di dunia, diterbitkan Pemerintah Inggris tanggal 1 Mei 1840 dan mulai digunakan tanggal 6 Mei. Prangko ini didesain oleh Rowland Hill, seorang penggagas reformasi sistem pos di Inggris. Dia pun dikenal sebagai bapak prangko. The Penny Black sebenarnya bukanlah prangko yang langka tetapi termasuk prangko termahal. Total cetakan 286.700 lembaran cetak dengan 68.808.000 prangko. Sebuah prangko Penny Black unused (belum dipakai) menurut katalog Scott tahun 2001 seharga $3,000 atau sekitar Rp. 28.500.000,- dan used (sudah terpakai) seharga $180 atau sekitar Rp 1.700.000,- selembarnya.

8. Cape of Good Hope Rp 383 Juta

Diterbitkan pada tahun 1853, Perangko Cape of Good Hope merupakan prangko pertama di Benua Afrika yang bernilai 1-4 peni. Di saat penerbitannya, Afrika masih berada di bawah pemerintahan Inggris.

Prangko berbentuk segitiga ini bergambar seorang wanita yang duduk di atas kapal yang melambangkan harapan. Hal ini disesuaikan dengan namanya, Cape of Good Stamp. Dalam katalog perangko Stanley Gibbons, nilai dari setiap prangko ini mencapai US$ 40.000 (Rp 383,12 juta). 

9.Prangko Perot Provinsional, Bermuda

Prangko Perot Provensional ini adalah prangko pertama yang diterbitkan di Negara Bermuda. Awalnya, William Bennet Perot, seorang kepala kantor pos kota di Hamilton selalu menaruh kotak surat di luar kantor pos untuk mempermudah masyarakat. Pengirim bisa menaruh surat mereka di dalam kotak surat bersama dengan biaya pos (1 peni per surat).

Kemudian, lama kelamaan kotak surat tersebut tidak bisa menampung semua surat yang ada. Kemudian James Bell Heyl, teman Perot menyarankan Perot untuk mencetak prangkonya sendiri. Saat ini, hanya ada 11 prangko yang masih bisa ditemukan. Kebanyakan dari mereka dimiliki oleh negara-negara di Eropa, termasuk Ratu Elizabeth. Di awal tahun 1981, satu prangko Perot Provisional dihargai US$ 115.000 (Rp 1,1 miliar).

10. The Whole Country is Red

Prangko yang dicetak pada tahun 1968 selama revolusi budaya adalah prangko yang terkenal dengan kesalahan cetak. Prangko ini menampilkan peta Cina, bertulisan "The Whole Country is Red" dengan tinta emas, gambar pekerja, petani, dan tentara. Nilai nominal cap adalah 8 fen (US$ 1 sen).

Prangko tersebut hanya beredar selama kurang dari setengah hari. Peredaran dihentikan karena peta di prangko itu tidak akurat dan dilaporkan ke Departemen Pos dan Telekomunikasi. Akibatnya, semua kantor pos Cina harus berhenti menjual prangko dan mengembalikan semua prangko yang ada. Hanya sedikit yang masih bertahan menjadi koleksi pribadi.

Sebuah prangko versi ukuran besar, dua kali lipat besarnya dari yang asli dilelang dan terjual US$ 474,19 ribu di Hong Kong pada tahun 2009. Penjualan ini memecahkan rekor harga perangko tunggal yang dilelang di Cina.

11. 12 Pence Black Laku Rp 4,68 Miliar

Prangko 12 Pence Black diterbitkan di Kanada pada tahun 1851 dan menampilkan potret Ratu Vicoria pada masa muda. Ini adalah prangko yang paling terkenal di dunia.

Prangko ini dicetak sebanyak 51.000 lembar namun pada saat itu hanya terjual sebanyak 1.450 lembar. Sedangkan sisanya dimusnahkan pada tahun 1857. Diperkirakan masih ada 100-150 lembar yang masih ada sampai hari ini. Pada tahun 2011, salinan terbaru prangko ini dilelang dengan harga US$ 488.900 (Rp 4,68 miliar)di New York, USA. 

12. Ratu Victoria Berkelir Zaitun Laku Rp 7,89 Miliar

The Olive-colored Queen Victoria's Head, dicetak pada tahun 1864. Perangko ini memiliki nilai 96 sen Hong Kong (US$ 12 sen) dan seharusnya memiliki warna abu-abu kecokelatan. Namun terjadi kesalahan cetak pada 52 lembar perangko, sehingga warnanya menjadi seperti zaitun (olive).

Dari 40 buah perangko Ratu Victoria yang berwarna zaitun yang dapat ditemukan di dunia saat ini, hanya ada empat perangko yang masih ada dan telah dikumpulkan oleh sejumlah kolektor terkenal. Pada bulan Januari 2012, itu dilelang untuk US$ 824,64 ribu (Rp 7,89 miliar). 

13. Post Office Mauritius Laku Rp 10,99 Miliar

Prangko ini adalah prangko Mauritius yang salah cetak. Pada September 1847, Lady Gomm, istri Gubernur Mauritius mengundang teman-temannya ke sebuah pesta dansa. Untuk mempermudah pengiriman undangan, Kantor Pos Mauritius mengeluarkan satu set prangko yang didesain oleh Joseph Barnard.

Namun terdapat kesalahan cetak pada prangko-prangko tersebut. Kata yang tertera pada prangko seharusnya "Post Office" malah tercetak "Post Paid" dengan cap tembaga. 240 lembar prangko sudah terlanjur terjual sebelum ada yang menyadari kesalahan ini. 

Tahun 1993 David Feldman melelang prangko Mauritius yang berwarna oranye milik Hiroyuki Kanai seharga US$ 1,072 juta (Rp 10,26 miliar) dan seharga US$ 1,148 juta (Rp 10,99 miliar).

 

Perangko Termahal di Dunia Dilelang !

Perangko termahal di duniaPerangko termahal dan merupakan satu-satunya di dunia yang dicetak di Swedia pada 1857 terjual melalui acara lelang kepada sebuah konsorsium internasional .

Perangko langka yang dinamai ' Treskilling Yellow ' atau perangko tiga shilling ini konon terbilang langka karena mengalami kesalahan saat dicetak. Seharusnya, bersama prangko lainnya, warna jenis prangko itu hijau, tapi kemudian terjadi kesalahan sehingga warnanya menjadi kuning.

Seorang bocah Swedia pada 1885 kemudian menjualnya. Setelah itu, perangko tersebut berpindah-pindah tangan ke beberapa kolektor, di antaranya seorang bangsawan Jerman dan kolongmerat asal Belgia. Terakhir kali terjual pada 1996, harga perangko itu mencapai US$4,5 juta melalui lelang.

Namun, untuk kali ini, ketua lelang David Feldman enggan mengungkapkan identitas sang pemenang lelang ataupun harganya. Namun, ia memastikan, harganya masih merupakan yang tertinggi di dunia.

" Anggota konsorsium membeli perangko itu setelah menyadari bahwa ini merupakan bentuk investasi yang bagus di tengah masa krisis," jelasnya dalam sebuah pernyataan.

 

Inilah Perangko termahal & terlangka di Dunia

Inilah Perangko termahal & terlangka di Dunia

Sepasang perangko langka yang menampilkan gambar pemimpin nasionalis China, Sun Yat-sen dijual seharga lebih dari USD700.000 di sebuah tempat pelelangan di Hong Kong.

Dilansir ABC News, Minggu (14/10/2012), rumah lelang Zurich Asia mengatakan, perangko 1941 berwarna biru dan hitam itu telah dibeli oleh penawar anonim (tanpa nama) melalui telefon. 

Perangko ini menjadi langka, karena gambar yang tertampil merupakan gambar yang tanpa sengaja terbalik (inverted). Perangko yang dilelang tersebut merupakan lembar asli dari 50 perangko yang memiliki kesalahan dalam pencetakan.

Zurich Asia mengungkapkan, dengan harga USD700.000 tersebut, sekaligus menetapkan rekor dunia baru untuk perangko langka dan termahal yang pernah dijual. Perangko tersebut mengingatkan kembali pada periode 1912 hingga 1949 di China, setelah dinasti kekaisaran terakhir kehilangan kekuasaan.

Wikipedia menerangkan, Sun Yat-sen adalah seorang pemimpin kunci revolusi China dan diaku secara luas sebagai Bapak Negara China Modern. Ia lahir pada 12 November 1866 dan meninggal pada 12 Maret 1925.

Pada waktu itu, China diperintah oleh seorang kaisar. Sun Yat-sen yakin bahwa China perlu ditata dengan cara yang baru melalui revolusi. Ia kemudian memimpin revolusi terhadap Dinasti Qing dan menumbangkan kekasiaran. Sun Yat-sen mendirikan Republic of China pada 1911
Sepasang perangko langka yang menampilkan gambar pemimpin nasionalis China, Sun Yat-sen dijual seharga lebih dari USD700.000 di sebuah tempat pelelangan di Hong Kong.

Dilansir ABC News, Minggu (14/10/2012), rumah lelang Zurich Asia mengatakan, perangko 1941 berwarna biru dan hitam itu telah dibeli oleh penawar anonim (tanpa nama) melalui telefon. 

Perangko ini menjadi langka, karena gambar yang tertampil merupakan gambar yang tanpa sengaja terbalik (inverted). Perangko yang dilelang tersebut merupakan lembar asli dari 50 perangko yang memiliki kesalahan dalam pencetakan.

Zurich Asia mengungkapkan, dengan harga USD700.000 tersebut, sekaligus menetapkan rekor dunia baru untuk perangko langka dan termahal yang pernah dijual. Perangko tersebut mengingatkan kembali pada periode 1912 hingga 1949 di China, setelah dinasti kekaisaran terakhir kehilangan kekuasaan.

Wikipedia menerangkan, Sun Yat-sen adalah seorang pemimpin kunci revolusi China dan diaku secara luas sebagai Bapak Negara China Modern. Ia lahir pada 12 November 1866 dan meninggal pada 12 Maret 1925.

Pada waktu itu, China diperintah oleh seorang kaisar. Sun Yat-sen yakin bahwa China perlu ditata dengan cara yang baru melalui revolusi. Ia kemudian memimpin revolusi terhadap Dinasti Qing dan menumbangkan kekasiaran. Sun Yat-sen mendirikan Republic of China pada 1911

Perangko termahal di Indonesia

Filateli-n2
JAKARTA (Pos Kota) " Indonesia memiliki perangko kuno termahal di Asia seharga Rp20 miliar yang dicetak sejak Hindia Belanda dan jadi incaran para kolektor. Perangko bergambar Raja Willem III asal Belanda ini dirilis pada 1 April 1864 dengan harga 10 sen. Pemiliknya kini tidak tinggal di Indonesia, tapi Singapura.

" Perangko kuno era Hindia Belanda bernilai Rp20 miliar karena sangat langka," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana usai pembukaan pameran Filateli Dunia  Indonesia 20123 di JCC, Jakarta, 18-24 Juni. Pameran dibuka Menkominfo Tifatul Sembiring, Senin (18/7).

Seri perangko peringatan Titanic dari Angola, bagian dari koleksi milik Kenneth Mascarenhas, dipamerkan di atas kapal pesiar Titanic Memorial Cruise di tengah Samudera Atlantik, Kamis (12/4). REUTERS/Chris Helgren

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia Letnan Jenderal Purnawirawan Soeyono mengatakan Indonesia memiliki prangko termahal, yaitu senilai Rp 20 miliar. Namun prangko tersebut sudah menjadi milik warga asing saat ini. 

"Pemiliknya adalah Presiden Federation Internationale de Philatelie, Tay Peng Hian, dari Singapura," kata Soeyono dalam pembukaan World Stamp Championship Indonesia di Jakarta Convention Center, Senin, 18 Juni 2012.

Soeyono menjelaskan prangko tersebut bergambar Raja Belanda. Seluruh prangko dengan jumlah 64 carik tersebut, kata Soeyono, memiliki stempel bertuliskan ''Ngawi, Jawa Timur'', tahun 1864. Menurut Soeyono, prangko itu dihargai demikian mahalnya agar tidak lagi dibeli orang lain. Soeyono menuturkan ada orang Indonesia yang memiliki prangko seri tersebut, namun hanya secarik.

World Stamp Championship Indonesia digelar pada 18-24 Juni 2012. Kegiatan tersebut melibatkan 62 negara yang tergabung dalam Federation Internationale de Philatelie. Sebanyak 532 peserta akan mengikuti lomba filateli yang menjadi bagian pameran. Indonesia sendiri mengikutsertakan sekitar 2.000 carik prangko dalam kompetisi serta sekitar 200 carik untuk dipamerkan.

Soeyono menjelaskan, pada 2010, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara kegiatan tersebut. Sebelumnya, kata Soeyono, pernah ada kegiatan serupa, tetapi hanya untuk kalangan remaja. Dengan kegiatan ini, Soeyono berharap, filateli di Indonesia menjadi maju.

Soeyono mengatakan filateli di Indonesia sempat terpuruk dengan hadirnya layanan pesan pendek dari operator seluler. Menurut Soeyono, fungsi dan peran filateli pun menurun. Soeyono berharap, World Stamp Championship Indonesia 2012 bisa membangkitkan prangko sebagai benda budaya.

Meski demikian, Soeyono menyatakan yakin dengan perkembangan filateli. Soeyono menuturkan cetakan prangko saat ini semakin bagus dan variatif. Meski jumlah prangko yang diproduksi berkurang, Soeyono tak melihatnya sebagai kendala. "Semakin langka edisi suatu prangko, maka harganya semakin mahal dan keberadaannya semakin diburu kolektor," kata Soeyono.

 

Salam,

Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://pranataharri.blogspot.com/2012/11/5-perangko-termahal-di-dunia.html
2. http://www.didunia.net/2012/11/7-prangko-termahal-di-dunia.html
3. http://www.pintar.indah.web.id/2012/08/prangko-prangko-termahal.html
4. http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/2010/05/perangko-termahal-di-dunia-dilelang.html
5. http://rupadunia.blogspot.com/2012/10/inilah-perangko-termahal-terlangka-di.html
6.http://copasday.blogspot.com/2012/09/10-prangko-termahal-di-dunia.html
7. http://www.tempo.co/read/news/2012/06/18/199411291/Perangko-Termahal-Indonesia-Dimiliki-Warga-Asing
8. http://beritagar.com/p/perangko-termahal-di-indonesia