Translate :
 
 
 
 

 

 
 
 

CHOLOROPHYLL
[ KLOROFIL ]

 

Klorofil merupakan sel hidup pertama yang tumbuh di bumi dalam bentuk alga biru hijau. Kata kloro pada klorofil bukan berarti bahwa klorofil mengandung elemen klorin, tetapi kata klorofil tersebut diambil dari bahasa Yunani, Chloros yang berarti hijau, serta kata phyllon yang berarti daun. Klorofil adalah kelompok pigmen fotosintesis yang terdapat dalam tumbuhan, menyerap cahaya merah, biru dan ungu, serta merefleksikan cahaya hijau yang menyebabkan tumbuhan memperoleh ciri warnanya. Terdapat dalam kloroplas dan memanfaatkan cahaya yang diserap sebagai energi untuk reaksi-reaksi cahaya dalam proses fotosintesis.Klorofil pada daun terbagi menjadi dua jenis, yaitu klorofil a dan klorofil b.
Klorofil a adalah warna hijau tua pada daun, sedangkan klorofil b adalah warna hijau muda pada daun. Selain itu ada daun memiliki warna kuning, merah tua, ungu dan warna-warna lain yang disebut karotenoid. Klorofil a merupakan zat yang paling berperan dalam fotosintesis. Sementara warna lainnya disebut juga pigmen, sebagai penunjang yang membantu menampung sinar matahari kemudian disalurkan pada klorofil a. hal ini membantu mempercepat proses fotosintesis. Klorofil A merupakan salah satu bentuk klorofil yang terdapat pada semua tumbuhan autotrof. Klorofil B terdapat pada ganggang hijau chlorophyta dan tumbuhan darat. Klorofil C terdapat pada ganggang coklat Phaeophyta serta diatome Bacillariophyta. Klorofil d terdapat pada ganggang merah Rhadophyta. Akibat adanya klorofil, tumbuhan dapat menyusun makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari.


Struktur kimia Klofofil A dan Klorofil B

   
gambar : Bagan Sel " Klorofil "                                                                      gambar :  Klorofil

Peran Klorofil pada fotosintesis
Sebelumnya kita mempelajari peran klorofil pada proses fotosintesis,ada baiknya kita pahami dulu apa,bagaimana dan dimana proses fotosintesis itu

FOTOSINTESIS
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara, karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.

Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Secara fisiologis, umumnya tanaman memiliki kemampuan untuk menggunakan zat-karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman tersebut. Peristiwa ini hanya dapat berlangsung ketika ada cukup cahaya, dan oleh karena itu maka asimilasi zat-karbon disebut juga sebagai fotosintesis.

Fotosintesis adalah suatu proses yang hanya terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil dan bakteri fotosintetik, dimana energy matahari (dalam bentuk foton) ditangkap dan diubah menjadi energy kimia (ATP dan NADPH). Energy kimia ini akan digunakan untuk fotosintesa karbohidrat dari air dan karbondioksida. Jadi, seluruh molekul organic lainnya dari tanaman disintesa dari energy dan adanya organisme hidup lainnya tergantung pada kemampuan tumbuhan atau bakteri fotosintetik untuk berfotosintesis. (delving, 1975).

Klorofil adalah pigmen hijau fotosintesis yang terdapat dalam tanaman, algae dan cyanobakteria. Nama klorofil barasal dari bahasa yunani yaitu chlorophyll (choloros = green (hijau) dan phyllon = leaf (daun)). Fungsi klorofil pada tanaman adalah menyerap energy dari sinar matahari untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis adalah Proses perubahan zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil dengan bantuan cahaya/sinar matahari menjadi zat organik karbohidrat. Reaksi dari fotosintesis dapat dituliskan pada persamaan sebagai berikut:

6CO2 + 12H2O + ( energy cahaya klorofil ) --------------- > C6H12O6 + 6O2 + 6H2O

Dalam persamaan ini dihasilkan bahan organic yang mengandung energy kimia potensial dan oksigen. Oleh karena itu dalam fotosintesis, energy radiasi cahaya diubah menjadi energy kimia dalam senyawa organik yang stabil (semacam karbohidrat).
Proses fotosintesis merupakan bagian penting bagi kehidupan, karena:
1. Sebagai sumber energi bagi semua mahluk hidup.
2. Pertumbuhan dan hasil tumbuh dipengaruhi oleh kecepatan fotosintesis.
3. Diperlukan untuk sintesis berbagai senyawa organic yang diperlukan.
4. Menyediakan oksigen bagi kehidupan.

Proses fotosintesis terdiri dari 2 reaksi yakni reaksi terang dan reaksi gelap.
Fungsi klorofil yakni:
1. Menyerap energi matahari untuk memecah molekul air dalam proses reaksi terang menjadi oksigen dan hidrogen.
2. sebagai mediator pemindahan elektron dalam proses transmisi elektron pada reaksi kimia di daun.
3.menuntun energi agar terdapat ATP yang mengumpul di kloroplas.
4.menjaga agar kloroplas tidak mengalami degenerasi.

Klorofil merupakan pigmen berwarna hijau yang paling banyak mengarbsorbsi warna biru dan ungu.
Sinar matahari = Sinar ultraviolet = Sinar ultraungu
Biru + merah = Ungu
Jadi klorofil merupakan pigmen warna yang paling efektif dalam mengarbsorbsi sinar matahari. Selanjutnya sinar matahari tersebut digunakan dalam reaksi fotosintesis sebagai energi aktivasi reaksi.

Fotosintesis berlangsung di kloroplas, yang mana pada bagian ini mengandung banyak pigmen klorofil. Klorofil dapat dibedakan menjadi bebrapa tipe, yaitu: klorofil a, b, c, d dan tipe e. pembagian tersebut adalah berddasarkan rantai samping yang mengingat inti porfitinnya. Jenis klorofil yang paling banyak ditemukan pada tumbuhan tingkat tinngi adalah jenis a dan b. Klorofil a biasanya adalah untuk sinar hijsu biru, sementara klorofil b untuk sinar kunig hijau. Klorofil laen (jenis c, d, e) ditemukan hanya pada alga dan dikombinasikan dengan klorofil a.


Struktur kimia klofofil A dan klorofil b

Selain klorofil, di dalam kloroplas juga terdapat pigmen-pigmen lainnya, yaitu Karotinoid yang merupakan derivate dari likopen. Pada korola, kaliks, kulit buah yang telah matang atau masak, klorofil telah menghilang (terurai) dan menimbulkan warna kuning atau warna merah yang kemudian tampak, atau warna-warna lainnya. Dalam hal demikina kloroplas telah berganti isi yang disebut kromoplas.

Klorofil adalah zat warna hijau alami yang umumnya terdapat dalam daun, sehingga sering disebut juga zat hijau daun. Tahun 1818, untuk pertama kalinya Pelletier dan Caventou memakai nama klorofil untuk menggambarkan komplek pigmen yang memberikan warna hijau pada daun tanaman. Warna hijau tersebut disebabkan klorofil tidak efektif dalam penyerapan cahaya gelombang hijau dan hanya memantulkannya saja. Klorofil menunjukkan serapan maksimum di daerah biru (400-450 nm) dan merah (650-700 nm) dari spektrum tampak.

Pigmen klorofil sangat berperan dalam proses fotosintesis tumbuhan dengan mengubah energi cahaya yang diserap menjadi energi kimia, kemudian menyimpannya sebagai nutrisi. Ribuan pigmen klorofil dalam kloroplas bereaksi dengan sinar matahari dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 1/ 1000 detik, suatu ukuran waktu yang sangat singkat. Klorofil merupakan substansi unik dalam tumbuhan hijau yang memberikan karakteristik warna hijau dan sering disebut sebagai darah tanaman. Klorofil merupakan nutrisi yang larut dalam lemak. Klorofil sangat bermanfaat bagi manusia yang telah dibuktikan melalui penelitian oleh beberapa ahli. Orang-orang Yunani kuno menunjukkan kemampuan mereka dalam hal obat-obatan alami menggunakan tumbuhan berdaun hijau untuk mengatasi bermacam-macam penyakit seperti luka atau lecet.

Klorofil merupakan suplemen yang kaya akan mineral penting, yang dapat membantu perbaikan jaringan, membersihkan darah, membantu hati dalam mem-produksi sel darah merah dan pembersih tubuh internal. Selain itu, suplemen klorofil juga diperlukan tubuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengatur peredaran darah, pencernaan, saluran air seni dan sistem pernafasan. Sebagai obat, suplemen klorofil juga berkhasiat sebagai anti kanker, anti peradangan, antioksidan, penyembuh luka, memperbaiki masalah pencernaan seperti konstipasi (sulit buang air besar) dan anemia (Chernomorsky & Segelman, 1988).

Pusat logam klorofil adalah magnesium, sedangkan pusat logam haemoglobin adalah besi (Granick dan Gilder, 1945). Atas penemuan Willstatter dan Fisher tersebut, keduanya mendapat hadiah Nobel bidang pengobatan dan kimia pada tahun 1915 dan 1930.

Perbedaan Klorofil A dan Klorofil B

Perbedaan pigmen klorofil a dan klorofil b
1. Rumus kimia:
klorofil a C55 H72 O5 N4 Mg sedangkan klorofil b C55H70O6N4 Mg

2. Gugus pengikat:
Klorofil a CH3 sedangkan Klorofil b CH

3. Cahaya yang diserap:
Klorofil a menyerap cahaya biru-violet dan merah. sedangkan Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau.

4. Absorpsi maksimum
Klorofil a pada 673 nm dan Klorofil b pada 455-640 nm

5. Klorofil a paling banyak terdapat pada Fotosistem II sedangkan Klorofil b paling banyak terdapat pada Fotosistem I

Zat hijau daun atau klorofil

Zat hijau daun atau klorofil ini sebenarnya cukup mudah dicari. Hampir semua sayuran berdaun hijau mengandung klorofil, seperti brokoli, kangkung, bayam, seledri, maupun selada. Namun, karena pola makan harian orang Indonesia minim serat dan zat hijau daun, tidak ada salahnya mencoba suplemen ekstrak klorofil yang saat ini banyak ditawarkan.
Klorofil juga menghambat pertumbuhan bakteri, infeksi jamur, dan luka di saluran pencernaan. Zat antibakteri inilah yang mampu mengatasi bau mulut dan bau badan, serta mencegah kerusakan gigi maupun gusi.
Karena mudah diubah menjadi hemoglobin (struktur kimiawi keduanya identik), tentu akan membantu pembentukan sel-sel darah merah. Sebagai pendongkrak stamina atau daya tahan tubuh, klorofil mampu merangsang produksi sel-sel darah putih yang bertugas melawan serangan mikroorganisme penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan pasokan zat antitumor, antikuman, dan antioksidan.

Lebih lanjut, kloforil mampu menjadi penguat dan penenang pikiran alami karena kadar asam nukleat dan asam amino pada klorofil dapat memenuhi kebutuhan otak akan protein, terutama neuropeptida (bagian otak yang mengolah pikiran dan emosi positif). Sebagai sumber energi, klorofil mampu mensintesis oksigen dan karbohidrat. Proses detoksifikasi (pengeluaran racun) inilah yang mampu meringankan kerja hati dalam membuang zat-zat kimia sintetis dari aliran darah. Selain itu, klorofil dapat membuang lendir dan kerak di dalam paru-paru, mineral dan kristal asam yang ada di dalam persendian, serta kolesterol dan lemak jenuh yang mengendap di arteri, si penyebab gangguan jantung.

Dari struktur kimiawinya, klorofil dan hemoglobin sangat mirip. Perbedaan keduanya hanya satu atom, sehingga enzim yang ada dalam darah sangat mudah mengubah klorofil menjadi hemoglobin untuk mengatasi lemah, letih, lesu, kurang darah, dan sakit kepala. Klorofil (zat hijau daun) adalah bahan utama yang menghasilkan warna hijau. Klorofil, suatu bahan yang sangat penting, adalah sebuah pigmen yang terkandung dalam kloroplas yang tersebar dalam sitoplasma (cytoplasm) sel-sel tanaman. Pigmen-pigmen ini menyerap cahaya yang berasal dari matahari dengan mudah, tetapi hanya memantulkan warna hijau. Selain memberi warna hijau pada daun, hal ini juga menyebabkan terpenuhinya kelangsungan sebuah proses yang sangat menentukan, yang dikenal dengan nama "fotosintesis".
Fungsi utama klorofil.

Penggunaan klorofil, baik berupa tablet, bubuk, maupun cairan yang dikemas dan banyak terdapat di pasaran, dapat membantu dalam hal

  1. meningkatkan jumlah sel-sel darah, khususnya meningkatkan produksi hemoglobin dalam darah.
  2. Mengatasi anemia.
  3. Membersihkan jaringan tubuh.
  4. Membersihkan hati dan membantu fungsi hati.
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap senyawa asing (virus, bakteri, parasit, dan lain-lain).
  6. Memperkuat sel.
  7. Melindungi DNA terhadap kerusakan. Yang terpenting dari molekul klorofil ini adalah aman terhadap tubuh.

Warna hijau yang ada pada daun sayuran berasal dari adanya pigmen klorofil (zat hijau daun). Klorofil ini dipengaruhi oleh pH (keasaman) dan berubah warna menjadi hijau olive dalam kondisi asam, dan berubah menjadi hijau cerah dalam kondisi basa. Sejumlah asam tadi dikeluarkan dari batang sayuran dalam proses memasak, khususnya bila dimasak tanpa penutup.

Warna kuning/oranye yang ada pada buah-buahan berasal dari zat yang bernama karotenoid. Dimana zat ini juga dipengaruhi oleh proses memasak yang normal atau perubahan pH (zat asam). Warna merah/biru pada beberapa buah dan sayuran (contoh: kubis merah dan buah blackberry) adalah karen zat anthocyanin, yang mana zat ini sensitif terhadap perubahan pH. Ketika pH dalam keadaan netral, pigmen berwarna ungu, ketika terdapat asam, menjadi merah, dalam kondisi basa, menjadi biru. Pigmen ini sangat larut dalam air.

Sayuran dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun.

Namun, seringkali sayuran juga mengandung racun dan antinutrients seperti a-solanin, a-chaconine, enzim inhibitor (dari cholinesterase, protease, amilase, dsb), sianida dan sianida prekursor, asam oksalat, dan banyak lagi. Tergantung pada konsentrasi, senyawa tersebut dapat mengurangi sifat dpt dimakan, nilai gizi, dan manfaat kesehatan dari diet sayuran. Cooking and/or other processing may be necessary to eliminate or reduce them. Memasak dan / atau pengolahan lainnya mungkin diperlukan untuk menghilangkan atau mengurangi mereka. Melakukan diet dengan mengkonsumsi jumlah sayuran dan buah-buahan yang cukup dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan diabetes tahap. Dengan diet ini pula, dapat membantu melawan kanker dan mengurangi keropos tulang. Selain itu, dengan kita mengkonsumsi zat potasium (banyak ditemui pada buah dan sayur-mayur) akan membantu mencegah terbentuknya batu ginjal.

METODE PEMISAHAN KLOROFIL
1. Pemisahan pigmen fotosintesis dengan metode kromatografi kertas
Tujuan : Mengetahui pigmen yang berperan dalam proses fotosintesis.

Alat dan bahan.
- Mortar ddan penggerusnya
- Cawan petri
- Jepitan kertas
- Statif
- Silet
- Benang
· Alcohol 95%
· Kertas saring (ukuran 3 x 15 cm)
· Daun yang berwarna hijau, merah dan kuning.

Skema kerja.
1. Mengambil 5 gram daun dan kemudian menggerusnya dalam mortar dengan dituangi 25 ml alcohol 95% atau etanol sampai seluruh klorofil terlarut dalam alcohol. Ekstrak akan terlihat berwarna hijau.
2. Membiarkan ekstrak beberapa menit sampai ampasnya mengendap.
3. Menuangkan cairan ekstrak kedalam cawan petri dan memberi tanda pada cawan petri sesuai spesies daun yang digerus.
4. Mengambil kertas saring yang telah di sediakan kemudian menjepit salah satu ujungnya dengan menggunakan penjepit, dan menggantungkannya pada benang yang telah diikatkan ke statif.
5. Mencelupkan ujung yang lain dari kertas saring tersebut ke dalam larutan gerusan daun pada cawan petri.
6. Setalah di celupkan, biarkan kertas saring menggantung beberapa lama sampai terlihat pemisahan pigmen yang terkandung di dalamnya.
7. Mengamati beberapa macam pigmen yang diperoleh dalam ekstrak tersebut, menggambar dan mencatat hasil (paling sedikit akan ddiperoleh 3 macam pigmen yaitu klorofil jenis a yang berwarna hijau muda, klorofil b berwarna hijau tua dan karotinoid yang berwarna kuning sampai jingga).

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pigmen yang berperan dalam proses fotosintesis. Praktikum mengenai uji kualitatif kandungan klorofil daun ini menggunakan teknik kromatografi kertas yang diwakili spesies Hibiscus rosa-sinensis, spesies ini mempunyai warna daun hijau muda. Daun tersebut dihaluskan dengan mortar serta dengan penambahan sedikit demi sedikit alcohol 95 %. Penambahan alkohol ini berfungsi untuk melarutkan klorofil yang terkandung di daun. Ekstrak dari larutan ini akan terlihat berwarna hijau. Setelah didapatkan ekstrak, ditunggu beberapa menit sampai ampasnya mengendap. Kemudian menuangkan cairan ekstrak kedalam cawan petri dan memberi tanda pada cawan petri sesuai spesies daun yang digerus. Uji kandungan klorofil dilakukan dengan kertas saring yang digantungkan dengan penjepit pada benang yang telah diikatkan ke statif. Ujung yang lain dari kertas saring tersebut dicelupkan ke dalam larutan gerusan daun pada cawan petri. Pengamatan dilakukan dengan melihat pigmen yang terserap oleh kertas saring hingga penyerapannya konstan. Hasil dari praktikum uji kualitatif kandungan klorofil daun dengan teknik kromatografi kertas yang diwakili oleh daun Hibiscus rosa-sinensis adalah warna hijau tua untuk klorofil a (lebih sedikit) dan klorofil b yang berwarna hijau muda. Sedangkan untuk zat warna lain ditemukan karoten yang berwarna kuning dan antosianin berwarna ungu.

Gas oksigen dihasilkan dari hidrolisis 2 molekul H2O(air) oleh ion mangan (Mn) menghasilkan 4 ion H+ (hidrogen) dan O2 (oksigen) (angka koefisien untuk menyamakan reaksi). Kemudian ion H+ yang bersifat elektrolit (bermuatan) akan masuk ke dalam fotosistem pada tumbuhan dan ikut melakukan serangkaian tahapan fotosintesis sedangkan Oksigen akan dibebaskan ke lingkungan, menjadi udara yang sehari-hari kita hirup. perlu diingat, hidrolisis air ini terjadi pada saat reaksi terang proses fotosintesis

Dari hasil kromatografi daun hijau ternyata ada yang menghasilkan pigmen selain warna hijau? Mengapa?
Pigmen adalah zat yang terdapat di permukaan suatu benda sehingga bila disinari dengan cahaya putih sempurna akan memberikan sensasi warna tertentu yang mampu ditangkap mata. Proses secara fisik sangatlah berbeda dengan fluoresent, phosphorescence dan bentuk lain dari luminescence, yang mana materi tersebut dapat mengeluarkan cahaya dengan sendirinya. Berkebalikan dengan teori warna cahaya, di dalam teori pigmen sensasi putih dianggap sebagai absennya seluruh pigmen (Anonim, 2009).

Selain menghasilkan metabolit primer, tumbuhan juga menghasilkan metabolit sekunder. Metabolit sekunder dapat berupa zat bioaktif dan pigmen. Pigmen merupakan molekul khusus yang dapat memunculkan warna. Pigmen mampu menyerap cahaya matahari dengan menyerap dan memantulkannya pada panjang gelombang tertentu. Molekul pigmen yang berbeda akan memantulkan warna tertentu pada panjang gelombang tertentu sehingga menyebabkan reaksi kimia yang berbeda. Zat warna alami dapat diperoleh dari tanaman atau hewan dan warna alami ini meliputi pigmen yang terdapat dalam bahan atau terbentuk pada proses pemanasan, penyimpanan atau pemprosesan. Aman dan tak berefek samping jika dikonsumsi, seperti klorofil, karotenoid, antosianin, brazilein, tanin dan lain-lain. Zat warna atau pigmen terdapat secara alami dalam sel makhluk hidup terutama tumbuhan. Pigmen biasanya terdapat dalam vakuola atau organel tertentu dalam sel tumbuhan (Anonim, 2009).

Jenis-jenis pigmen yang terdapat pada tumbuhan adalah klorofil, karotenoid, flavonoid, fitosterol, saponin, glukosinolat, polifenol, asam fitat, monoterpen, fitoestrogen, sulfida, inhibitor protease (Anonim, 2009).

Apakah ada perbedaan jumlah dan lebar pita pita yang dihasilkan kromatografi? Mengapa?
Ada, hal ini disebabkan oleh hubungan antara jumlah suatu zat terlarut dan ukuran dari pita elusi yang dihasilkan.

2. pengukuran kadar klorofil dengan menggunakan spektrofotometer.
Tujuan : Mengukur kadar klorofil dengan spektrofotometer.

Alat dan bahan
- Mortar beserta penggerusnya.
- Labu ukur 100 ml.
- Tabung cuvet.
- Saringan Buchner.
- Botol aspirator.
- Pompa vakum.
- Kertas saring.
- Kertas saring.
- Spektrofotometer (spectronic 20).
- Tabung konikel.
- Sentrifuse.
· Alcohol 95 %.
· Daun berwarna hijau

Skema kerja
1. Mengambil daun segar berwarna hijau. Kemudian ditimbang daun tersebut untuk mendapatkan 1 gram, kemudian dipotong kecil-kecil. Potongan-potongan ini kemudian di ekstrak dengan alcohol 95%, yaitu dengan cara menggerusnya didalam mortar sampai seluruh klorofil larut (ditandai dengan adanya ampas daun yang berwarna putih)
2. Menyaring ekstrak klorofil ini dengan saringan Buchner dan selanjutnya memasukkannya kedalam labu ukur 100 ml. * Jika volume ekstrak belum mencapai 100 ml maka tambahkan lagi alcohol haingga volume 100 ml.
3. Mengukur OD (optical density) larutan ekstrak dengan menggunakan cuvet dengan panjang gelombang 649 dan 665.
4. Kadar klorofil a dan b dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Klorofil total (mg/l) = (20,0 x OD649) + (6,1 x OD665)
Klorofil a (mg/l) = (13,7 x OD665) – (5,76 x OD649)
Klorofil b (mg/l) = (25,8 x OD649) – (7,7 x OD665)
Rumus di atsa diturunkan oleh ( Winstermans & Mots, 1995)

apakah kandungan klorofil dalam tiap daun sama?
Tidak... kadar klorifil yang semakin tinggi, berdasrkan pertambahan atau umur daun.Warna hjau daun sangat berkaitan erat dengan kandungan klorofil. Pada umumnya, semakin tua daun maka hijau warna daun akan semakin tinggi kandungan klorofilnya. Selain itu Struktur dan metabolisme daun tua telah lebih sempuran bila dibandingkan dengan daun muda dalam fotosintesis yang tinggi serta berpengaruh pada sintesis protein. Hal ini merupakan indikator pertama yang menunjukkan, bawasanya makin tua umur suatu daun maka akan semakin tinggi kadar klorofil yang dikandungnya.
Apakah daun yang tidak berwarna hijau kandungan klorofilnya sedikit?
Tidak, hanya saja perbedaan pigmen yang terkandung pada daun berwarna selain hijau mempengaruhi warna daun saja. Tidak mempengaruhi jumlah klorofil.

Apakah peranan klorofil dan pigmen pada daun dalam proses fisiologis?
Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Klorofil menyerap cahaya dan kemudian cahaya tersebut akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Fungsi pigmen bagi tumbuhan bermacam-macam. Pigmen pada bunga berfungsi untuk menarik perhatian penyerbuknya selain dengan aromanya. Zat hijau daun atau klorofil berfungsi menangkap energi cahaya dan mengkonversinya menjadi energi kimia.

 

Manfaat Klorofil bagi Kesehatan
Klorofil memiliki beberapa manfaat klorofil bagi kesehatan. Selama bertahun-tahun, ilmu pengetahuan alam dan penelitian ilmiah telah mengungkapkan berbagai manfaat klorofil bagi kesehatan. Apa klorofil sebenarnya, apa yang membuatnya begitu istimewa dan keuntungan apa yang bisa Anda dapatkan dari klorofil ? Berikut uraiannya untuk Anda.

Komposisi kimia klorofil hampir sama dengan komposisi darah manusia. Bedanya, atom sentral klorofil adalah magnesium sedang atom sentral manusia adalah besi. Hal ini, ditambah dengan pentingnya klorofil dalam proses metabolisme tumbuhan menarik perhatian ilmuwan untuk mencaritahu kemungkinan apakah klorofil bisa mendatangkan manfaat yang sama pula pada manusia. Hasilnya, banyak penelitian yang telah menemukan manfaat klorofil bagi kesehatan manusia.

Manfaat klorofil bagi kesehatan

  1. Klorofil mengandung antioksidan, antiperadangan dan zat yang bersifat menyembuhkan luka. Kandungan ini bermanfaat bagi kesehatan. Berikut beberapa manfaat lain dari klorofil:
  2. Klorofil berfungsi membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan.
  3. Klorofil membantu menetralkan polusi yang kita hirup maupun yang kita dapatkan melalui asupan makanan. karena itu, klorofil merupakan suplemen yang sangat bagus bagi perokok.
  4. Klorofil secara efisien melepaskan magnesium dan membantu darah membawa oksigen yang dibutuhkan ke semua sel di jaringan-jaringan tubuh.
  5. Klorofil juga terbukti berfungsi mengasimilasikan kalsium dan mineral-mineral berat lainnya.
  6. Klorofil potensial dalam menstimulus sel-sel darah merah untuk menyediakan suplai oksigen.
  7. Bersama dengan vitamin lain seperti vitamin A, C, dan E, klorofil terbukti bisa membantu menetralkan radikal bebas yang merusak sel-sel yang sehat.
  8. Klorofil juga berperan sebagai deodoran dalam mengurangi bau mulut, air seni, sisa pembuangan, serta bau badan.
  9. Klorofil juga mengurangi kemampuan zat-zat karsinogen untuk mengikatkan diri pada DNA dalam organ-organ utama tubuh.
  10. Klorofil bermanfaat dalam mengatasi gangguan akibat pembentukan batu kalsium oksalat.
  11. Klorofil juga bisa digunakan untuk mengatasi infeksi luka secara alami.
  12. Klorofil juga mengandung zat antimutasi dan antikarsinogen yang berfungsi melindungi tubuh melawan racun-racun serta mengurangi efek samping obat.

 

ARTIKEL TERKAIT :

Proses Fotosintesis pada tumbuhan ............. klik disini

Tanaman C-3 ; C-4 dan CAM ...... klik disini

 

 

Salam,

Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Klorofil
2. http://ibn5sholih.blogspot.com/2011/05/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan.html
3. http://goresan-kecil-chara.blogspot.com/2012/09/apa-itu-klorofil.html
4. http://tr.wikipedia.org/wiki/Klorofil
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis
6.http://moreartikel.blogspot.com/2010/08/kelebihan-dari-fotosintesis.html
7. http://gallerypendidikan.blogspot.com/2012/03/fotosintesis.html