Translate :
 
 
 
 
 
 
 

BIRD
BURUNG BURUNG

 



Burung Nuri


foto burung Nuri

Burung nuri adalah burung hias yang banyak diminati karena banyaknya variasi warna pada bulu-bulunya. Burung ini termasuk dalam keluarga burung berparuh bengkok atau parrot. Di dunia ada 65 spesies, 40 persen dapat dijumpai di Indonesia, tepatnya di Indonesia timur, yaitu Papua Barat, Maluku dan Flores.
Burung nuri makan buah-buahan, biji-bijian dan tepung sari. Mereka bersarang di lubang-lubang pohon. Mampu terbang dengan cepat dan memiliki suara yang keras dan tajam. Sebagian besar burung nuri hidup di daerah tropis, selebihnya di daratan tinggi dan di daerah berbatu karang.


 

BURUNG GAGAK BANGGAI
Gagak Banggai (Corvus Unicolor) atau Banggai Crow adalah burung endemik Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah yang sangat langka dan termasuk dalam daftar 18 burung paling langka di Indonesia dengan status Critically Endangered (kritis), bahkan pernah dianggap sudah punah. Populasi habitatnya adalah hutan dengan ketinggian hingga 900 meter dari permukaan laut (dpl)

Burung ini diketahui dari dua spesimen yang ditemukan antara tahun 1884-1885 dari salah satu pulau di kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Setelah penemuan itu Gagak Banggai tidak pernah lagi dijumpai hingga pada tahun 2008 seorang ornitologis (ahli burung) Indonesia yang bernama Muhammad Indrawan berhasil memotret dan mendapatkan foto dua spesies Gagak Banggai di pulau Peleng, pulau dengan luas 2.340km2 , salah satu pulau di kepulauan Banggai. Populasinya diperkirakan hanya berkisar antara 30-200 ekor.

Ciri-cirinya adalah ukuran panjang tubuh sekitar 39 cm dan bulunya yang hitam. Iris mata berwarna lebih gelap dibandingkan gagak hutan, ekornya juga lebih pendek dibandingkan ekor gagak hutan. Suaranya tinggi dengan nada yang lebih cepat bila dibandingkan suara gagak hutan.

 

Burung Kenari


foto burung Kenari

Burung kenari adalah salah satu burung peliharaan yang memiliki bulu indah dan suara yang merdu, serta dengan cepat burung ini akan hinggap ditangan penggurusnya, hal ini disebabkan karena burung ini tahu siapa yang sering menggurusnya. Tetapi tetap saja, harus dengan latihan yang rutin.

Nama kenari diberikan karena burung ini berasal dari Kepulauan Canary. Kenari-kenari liar yang memiliki nama latin Serinus canaria telah berkembangbiak menjadi kenari-kenari baru, yang merupakan hasil perkawinan dengan burung kenari yang berasal dari benua Eropa.

Bagi pemelihara burung kenari, kesehatan dan kebersihan burung ini harus benar-benar dijaga sehingga burung ini dapat dinikmati keindahan bulunya dan kemerduan suaranya.



Burung Kolibri


foto burung Kolibri

Burung kolibri adalah burung terkecil di dunia dengan ukurannya hanya 1-12 cm dengan berat 2-20 gram. Burung mungil ini dapat kita temui di hutan-hutan dan perkebunan Amerika Selatan.

Burung mempunyai kaki yang pendek tapi sayap dan paruhnya panjang, loh. Makanan pokoknya adalah madu yang didapat dari sari bunga. Tubuh burung ini diselimuti bulu lembut yang berwarna-warni dan biasanya betinanya memiliki warna kelabu, cokelat, hijau muda dengan sedikit bercak hitam.

Karena kemungilannya burung kolibri merupakan salah satu jenis burung yang indah dan menarik. Burung kolibri ini masih dapat kita temui di berbagai pelosok Indonesia, Namun, saat ini kolibri banyak diburu untuk tujuan hobi dan dan diperjualbeikan.

 

BURUNG KONDOR
Kondor Andes (Vultur gryphus) adalah spesies burung Amerika Selatan dalam famili Cathartidae Hering Dunia Baru dan satu-satunya anggota genus Vultur. Burung ini dapat ditemui di pegunungan Andes dan pantai Pasifik Amerika Selatan barat. Hering ini merupakan hering darat terbang terbesar di Belahan Barat. Burung Kondor adalah salah satu burung yang bisa terbang yang terbesar di dunia, dengan rentang sayap mencapai 3 meter serta leher yang tidak berbulu. Emu ( Dromeceius novaehollandiae ), burung terbesar yang mesih ada, disamping burung unta, mendiami daerah daerah pedesaan yang terbuka, makanannnya adalah buah buahan , akar akar dan tumbuhan tumbuhan.

 

 

BURUNG MACAW ( Ara macao)
Burung macaw dengan jambulnya yang berwarna merah - biru dan kuning. Burung Macaw adalah burung kakak tua yang paling indah dengan paruhnya yang besar yang melengkung, Burung Macaw bisa memecahkan biji kemiri Brasil dengan mudah.

 

Burung Haotzin ( Ophisticomus haotzin )
Burung Haotzin adalah berasal dari hutan hujan Amerika Latin. Burung Haotsin memiliki ciri cakar pada sayapnyam hal ini memungkinkan menjadi pemanjat pohon.

 

BURUNG MALEO
Burung Maleo atau Maleo Senkawor (Macrocephalon Maleo) adalah termasuk satwa burung langka yang dilindungi pemerintah Indonesia, yang populasi endemiknya hanya ditemukan di hutan tropis pulau Sulawesi, terutama di Sulawesi Tengah, lebih khusus lagi sekitar Kabupaten Banggai dan Kabupaten Sigi.

Berdasarkan dari tingginya tingkat susutnya habitat hutan yang terus berlanjut, tingkat kematian anak burung yang tinggi, populasi yang terus menyusut serta daerah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Burung Maleo dikategorikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendice I.

Maleo adalah monogami spesies, dan makanan utamanya adalah aneka biji-bijian, buah, semut, kumbang serta berbagai jenis hewan kecil.

Ciri-ciri burung Maleo adalah : berukuran sedang, panjang sekitar 55 cm. Bulu berwarna hitam, kulit sekitar mata berwarna kuning, iris mata merah kecoklatan, kaki abu-abu, paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Ciri Maleo Jantan dan betina serupa. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan.

Yang unik dari burung Maleo adalah, ukuran telurnya yang besar sekitar 11 cm (8 kali lebih besar dari ukuran telur ayam), dan memiliki berat 240gram hingga 270gram perbutir. Anak burung Maleo sudah bisa terbang saat baru menetas dari telurnya. Burung Maleo berkembang biak dengan cara mengeram telut-telurnya dalam timbunan pasir, umumnya sering ditemui di sepanjang pesisir pantai Tanjung Matop, Tolitoli, Sulawesi Tengah.

 

Burung Cucak Rowo


foto burung Cucak Rowo

Burung cucakrowo adalah burung yang memiliki suara yang keras dan lantang, sehingga punya tempat tersendiri bagi penggemarnya. Memelihara burung ini menyangkut status sosial seseorang. Sebenarnya burung cucakrowo bukanlah burung petarung murni.

Sangatlah sulit bagi burung ini untuk beradaptasi dan mudah kaget jika ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya, memiliki status stress yang tinggi, dan mudah jinak.

Makanan untuk burung cucakrowo antara lain ; voer dengan kadar protein 12%-18%, buah segar (pepaya, pisang kepok putih, apel, pir, tomat , dll.) perbanyak pepaya karena mengandung vit. C dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dan extra fooding (jangkrik, orong-orong, kroto, ulat hong kong, ulat bambu, kelabang, belalang, dll)

 

BURUNG KAKAKTUA KECIL JAMBUL KUNING
Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea) adalah burung yang tersebar di Sulawesi, berukuran sedang dari marga cacatua, dengan ukuran panjang sekitar 35cm.

Ciri-cirinya adalah hampir semua bulunya berwarna putih, dan terdapat jambul berwarna kuning yang dapat ditegakkan di kepalanya. Paruhnya berwarna hitam, kulit di sekitar matanya berwarna kebiruan dan kakinya berwarna abu-abu. Bulu-bulu untuk terbang dan ekornya juga berwarna kuning. Ciri burung kakaktua betina serupa dengan burung jantan. Bersarang dan bertelur di lubang-lubang pohon hutan primer atau sekunder, dengan jumlah telur dua sampai tiga butir.

Selain di Sulawesi , burung ini juga ditemukan di di kepulauan Sunda Kecil, Bali, Timor Barat dan Negara Timor Leste, dimana terdapat hutan-hutan primer dan sekunder.
Makanan utamanya adalah biji-bijian, kacang dan aneka buah-buahan.

 

BURUNG KACAMATA SANGIHE
Burung Kacamata Sangihe (Zosterops nehrkorni) atau Sangihe White Eye adalah satwa burung langka endemik Pulau Sangihe – Sulawesi Utara, yang dikategorikan terancam punah oleh IUCN Redlist dengan status konservasi ‘ktitis’ (Critically Endangered), yaitu status tingkat keterancaman kepunahan tertinggi, karena diperkirakan jumlah populasi burung ini kurang dari 50 ekor burung dewasa. Burung ini merupakan salah satu jenis dari sekitar 22an jenis burung kacamata (pleci) yang terdapat di Indonesia.

Ciri-cirinya berukuran kecil sekitar 12 cm. Berwarna hijau zaitun pada bagian atas tubuh, dengan tunggir warna kuninghijau mencolok. Paruh dan kaki berwarna jingga kepucatan.Ekor berwarna hijauhitam gelap. Dahi berwarna hitam. lingkar mata berwarna putih agak lebar. Pipi, tenggorokan dan penutup ekor bawah berwarna kuning cerah. bagian bawah lainnya berwarna putihmutiara dengan sisi tubuh abuabu. Burung ini memiliki suara siulan tipis dam halus dengan nada irama yang cepat.
Makanan utama adalah serangga dan aneka buah.

 

BURUNG MADU SANGIHE
Burung Madu Sangihe (Aethopyga Duyvenbodei) atau Sanghir Sunbird (Elegant Sunbird). merupakan satwa burung langka endemik Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Burung ini termasuk satu diantara burung langka Indonesia yang berstatus endangered (terancam punah), dan karena persebarannya yang terbatas di Kepulauan Sangihe dan beberapa pulau sekitarnya, burung pemakan madu ini pernah dianggap sebagai burung paling langka di kawasan Wallacea (Indonesia bagian tengah).

Karena populasi yang semakin menurun jumlahnya dan daerah sebaran burung ini yang terbatas dan jumlah populasinya yang semakin menurun, maka IUCN Redlist menetapkan Burung Madu Sangihe (Elegant Sunbird) dalam status konservasi endangered (terancam punah). Oleh Pemerintah Indonesia, burung ini juga termasuk dalam burung yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999.

Ciri-cirinya berukuran kecil sekitar 12 cm. Burung jantan memiliki bulu bagian kepala atas berwarna hijau metalik dan biru, sekitar telinga berwarna ungu kebiruan sedangkan bagian punggung berwarna kekuningan, dan tunggir dan tenggorokan kuning. Burung betina bagian atasnya berwarna zaitun kekuningan, sedangkan bagian tunggir, tenggorokan, dan bagian bawah berwarna kuning. Paruhnya relatif panjang dan melengkung. Ukurannya yang kecil dan gerakannya gesit sehingga terkadang sulit diamati. Burung ini sering kali di dapati sendiri atau hidup berpasangan. Terkadang juga dalam kelompok-kelompok kecil. Suara burung ini belum terdiskripsikan dengan pasti tapi cenderung tinggi.
Makanan utamanya adalah madu, namun selain madu burung ini juga makan serangga dan laba-laba.

 

BURUNG ELANG BONDOL
Burung Elang Bondol (Haliastur Indus), populasi habitatnya selain di Sulawesi, juga tersebar di seluruh Indonesia, kecuali di Jawa dan Bali jarang ditemui. Populasi habitatnya sekitar pantai dan kepulauan di daerah tropis. Juga masih dapat ditemukan di lahan basah dan hutan dataran rendah sampai ketinggian 2000 m di pedalaman yang jauh dari pantai.

Ciri-cirinya berukuran sedang (45 cm), berwarna putih dan coklat pirang. Burung dewasa: kepala, leher, dan dada putih; sayap, punggung, ekor, dan perut coklat terang, kontras dengan bulu utama yang hitam. Burung Remaja, tubuh kecoklatan dengan coretan pada dada. Warna berubah menjadi putih keabu-abuan pada tahun kedua, dan mencapai bulu dewasa sepenuhnya pada tahun ketiga.

Makanan utamanya bervariasi, diantaranya memakan kepiting, udang, dan ikan, memangsa burung, anak ayam, serangga, dan mamalia kecil.

Berkembang biak dengan cara bertelur 2-4 butir, dan dierami selama 28-35 hari dengan membuat sarang dari susunan patahan batang, ranting, rumput, daun dan sampah, di atas bangunan atau cabang pohon yang tersembunyi dengan ketinggian 6-50 meter dari permukaan tanah. Bila bersarang di hutan mangrove, ketinggian sarang hanya sekitar 2-8 meter.
Anak burung Elang Bondol mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang sekitar umur 40-56 hari dan menjadi dewasa hidup mandiri dua bulan kemudian.

 

Merak Biru
Merak Biru atau Merak India, yang dalam nama ilmiahnya Pavo cristatus adalah salah satu burung dari tiga spesies burung merak. Merak Biru mempunyai bulu berwarna biru gelap mengilap. Burung jantan dewasa berukuran besar, panjangnya dapat mencapai 230cm, dengan penutup ekor yang sangat panjang berwarna hijau metalik. Populasi Merak Biru tersebar di hutan terbuka dengan padang rumput di India, Pakistan, Sri Lanka, Nepal dan Bhutan. Sebelumnya spesies ini ditemukan juga di Bangladesh, namun sekarang kemungkinan besar telah punah di sana.

 


Jalak Bali
Jalak Bali atau dalam nama ilmiahnya Leucopsar rothschildi adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali, dimana pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

 

Cekakak-hutan Melayu
Cekakak-hutan memiliki suara yang unik dan khas. Pada umumnya, mereka bersuara keras. Siulannya meninggi dan berbunyi “kwii-kwii…”. Uniknya, setiap siulan tersebut dihasilkan sekitar satu nada per detik. Burung jenis ini tinggal di dalam hutan dan berburu dari tenggeran rendah. Tidak seperti suaranya yang keras, burung ini ternyata agak pemalu. Mereka hanya mencari mangsa dari atas tanah dengan membalik-balikkan dedaunan.


Nuri Sayap Hitam
Nuri sayap hitam atau Nuri merah Biak, yang dalam nama ilmiahnya Eos cyanogenia adalah sejenis nuri berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari suku Psittacidae. Endemik Indonesia, Nuri Sayap-hitam hanya ditemukan di habitat hutan di pesisir pulau Biak dan pulau-pulau di Teluk Cenderawasih, Papua. Spesies ini sering ditemukan dan bersarang di perkebunan kelapa.


 

Kakak Tua Raja
Spesies ini hidup pada ketinggian 0-1520 meter dari permukaan laut, biasanya berkelompok. Kakatua pada umumnya berusia panjang, hingga mencapai 60 tahun bahkan lebih. Kakatua menghuni hutan primer dan sekunder yang tinggi dan tepi hutan; juga hutan monsun (Nusa Tenggara), hutan yang tinggi bersemak, semak yang pohonnya jarang dan lahan budidaya yang pohonnya jarang. Dari permukaan laut sampai ketinggian 900 m (Sulawesi), 1520 m (Lombok), 1000 m (Sumbawa)

 

Burung Kacer


foto burung Kacer

Burung kacer atau Magpie Robin termasuk dalam genus copsyhus. Burung ini terkenal di Indonesia dan ada dua jenis yaitu kacer jawa atau Copsychus sechellarum dan kacer poci atau Copsychus saularis (kacer sumatera).

Perbedaan kedua burung tersebut pada bulu hitam-putih. Burung kacer jawa berbulu hitam dari dada sampai kloaka, sedangkan burung kacer poci warna hitam hanya samapai dada. Dan dari dada ke bawah kloaka berwarna putih.

Burung kacer terdiri dari 3 spesies yaitu kacer jawa, kacer poci, dan kacer madagaskar. Tetapi masih ada satu spesies yang beredar di kalangan pedagang dan pemilik burung adalah burung kacer blorok. Penyebaran burung kacer mulai dari China, India, Nepal, Thailand, Indochina, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Perbedaan antara kacer jantan dan betina dapat terlihat jelas jika sudah dewasa, yaitu pada jantan, bulu hitam pada kepala dan dada mengkilat dan pada betina warnanya abu-abu. Makanan untuk burung kacer harus variatif dengan cukup nutrisi, vitamin dan mineral. Selain itu juga harus mengandung zat esensial. Makanan ektra fooding yang cocok untuk burung kacer yaitu voer, jangkrik, orong-orong, kroto, ulat hong kong, ulat bamboo, ulat kandang, kelabang, belalang, dll.

Mengetahui Cara Merawat Burung Kacer
Burung kacer adalah salah satu jenis burung peliharaan yang disukai oleh banyak orang karena kicauannya yang terkenal memukau. Selain itu burung ini juga mempunyai bentuk tubuh yang bagus dan eksotis. Cara Merawat Burung Kacer ini juga sangat mudah dan tidak merepotkan serta tidak terlalu banyak membuang waktu. Yang paling penting adalah ketelatenan dan kedisiplinan saja. Burung kacer adalah jenis burung yang termasuk mudah menyesuaikan diri pada perubahn lingkungan disekitarnya. Juga termasuk burung yang aktif dan punya temperental yang tinggi. Jadi bila melihat burung lain, semangatnya untuk bertarung langsung muncul. Namun di lain pihak, kacer juga mudah akrab dengan yang memeliharanya atau manusia.

Maka tidak mengherankan banyak penggemar burung yang suka merawat kacer untuk menambah koleksi burung peliharaannya. Mereka tidak segan untuk belajar cara merawat burung kacer agar bisa meningkatkan mutu dari suara kicauannya secara maksimal. Memilih burung kacer juga tidak terlalu sulit. Bila ingin yang jantan karena pintar berkicau, pilihlah yang berbulu hitam dan terlihat licin atau mengkilap. Kemudian punya paruh yang panjang, besar, dan tebal serta lebar. Burung kacer yang bagus bentuk kepalanya juga condong kekotak dan matanya bulat dan serta suka melotot. Sedang sayap yang selalu membuat kepitan menandakan kalau burung kacer ini kondisinya sedang prima dan siap untuk melakukan pertarungan. Bila ingin mengetahui cara merawat burung kacer yang baik, perhatikan cara memberi makanannya. Yaitu selalu pilihlah jenis makanan yang kandungan proteinnya berkisar antara 12 sampai 18 persen. Kemudian sebagai tambahan bisa dikasih dengan binatang kecil yang memang disukai oleh burung ini. Misalnya kroto atau jangkrik dan ulat hongkong. Bila ada orong-orong dan kroto maupun cacing, burung ini juga suka melahapnya.

Agar Burung Kacer Tetap Sehat
Lalu bagaimana cara merawat burung kacer agar tetap terjaga kesehatannya. Itu merupakan hal yang tidak sulit juga. Yang paling utama setiap pagi mandikan dia atau diangin-anginkan, dan bersihkan terus kandangnya agar tidak mudah terkena penyakit. Setelah mendapat angin, kemudian jemurlah dia agar mendapat sinar matahari pagi yang cukup. Waktu yang terbaik adalah jam delapan sampai jam sebelas.

Setelah penjemuran selesai, cara merawat burung kacer selanjutnya adalah diangin-anginkan kembali sebentar, kemudian kandangnya diberi kerodong. Lalu berilah kesempatan pada dia untuk berlatih berkicau. Bunyikan kaset atau CD yang berisi suara kicauan burung kacer yang bagus di dekat dia sampai sore hari, maka dia akan tertarik dan mau menirukannya secara perlahan-lahan.

Setelah matahari condong ke arah barat, kacer boleh diangin-anginkan dan dimandikan lagi dengan cara disemprot. Dan setelah matahari terbenam. Masukan burung kacer Anda dan latihlah untuk berkicau lagi dengan cara yang sama seperti pada waktu siang tadi.

Bila sudah mulai bisa berkicau, burung kacer harus lebih sering dimandikan. Bahkan kalau perlu malam hari juga. Namun untuk yang malam tidak perlu setiap hari, cukup seminggu sekali saja. Kemudian pola makannya juga harus diatur dengan lebih ketat dan tidak boleh sembarangan. Karena bila terlalu banyak makan, burung kacer akan kelebihan berat badan. Ini akan mengakibatkan dia menjadi malas bergerak dan tidak mau mengeluarkan suara kicauan lagi.



Burung Murai


foto burung Murai

Di kalangan kicau mania, burung murai cukup terkenal. Hal itu karena suaranya yang merdu dan bervariasi. Wajar bila murai termasuk burung penyanyi terbaik.Sebagai keluarga Turdidae, burung ini banyak jenisnya. Di Indonesia, ada beberapa jenis murai, yaitu murai batu Medan, murai batu Lampung, dan murai batu Kalimantan.
Murai batu merupakan burung yang relatif mudah beradaptasi. Burung ini mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Sebagai burung lomba, murai termasuk “petarung” yang baik. Bila murai ini mendengar suara burung murai lain atau burung sejenis maka semangat “tempur”-nya langsung berkobar.

Burung ini langsung menyanyikan suara merdunya. Mudah jinak menjadi salah satu kelebihan sehingga para pecinta burung memeliharanya.

Perawatan murai relatif mudah. Pakannya voer . Voer ini dijual di toko-toko burung. Pilih voer berkadar protein sedang, yaitu 12%-18%. Berikan voer ini setiap hari dan upayakan selalu tersedia di dalam mangkuknya. Voer diganti dengan yang baru setiap dua hari sekali.

Tambahkan extra fooding berupa pakan tambahan, seperti orong-orong, jangkrik, kroto, ulat hongkong, kelabang, belalang, dan ulat bambu. Berikan pakan ini sesuai dengan karakter dan kebutuhan. Misalnya, kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal dua kali seminggu, setiap hari senin dan kamis.

Kroto ini untuk menjaga stamina dan kualitas suara. Seekor cacing diberikan seminggu sekali. Cacing diberikan pada hari selasa. Cacing kaya protein sehingga bagus untuk pertumbuhan. Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja. Multivitamin berguna menjaga staminanya.

Agar murai rajin berkicau perlu dirawat setiap hari. Pada pagi hari, pukul 07.00 burung digantung di tempat yang teduh, misal teras atau bawah pohon. Mandikan burung dengan cara disemprot tubuhnya. Mandi merupakan kebiasaan burung agar kondisinya prima.

Penjemuran dilakukan selama 1-2 jam/ hari, mulai pukul 08.00-10.00. Sore hari burung dapat diangin-anginkan kembali pada pukul 15.00-16.00. Setelah diangin-anginkan, sangkar harus dikerodong.

Murai untuk kontes harus berlatih dengan suara master pada pukul 10.00-15.00. Caranya, dekatkan murai dengan burung master lain, misal jalak suren, love bird, atau branjangan Saat ini, banyak CD suara master dijual di kios burung. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi burung master, cukup memutar CDnya.

Murai yang sehat dan rajin berkicau merupakan dambaan para burung kontes. Namun, kondisinya bisa saja drop karena faktor lingkungan dan perawatan. Bila kondisinya drop, cobalah cara berikut. Porsi pemberian jangkrik dapat ditambah, misal 5 ekor diberikan pada pagi dan 5 ekor pada sore hari.

Pemberian kroto juga dapat ditingkatkan menjadi tiga kali seminggu. Frekuensi mandi dibuat 2 hari sekali saja. Burung yang sakit segera diisolasi, upayakan tidak melihat dan mendengar burung lain.

Burung Pheasant (Suku Phasianidae)
Pheasant jantan termasuk burung berukuran besar dengan ekor yang panjang dan bulu yang sangat indah. Kelompok burung ini lebih banyak menghabiskan waktunya di tanah, mulai dari hutan tepi pantai, padang rumput terbuka hingga hutan pegunungan berhawa sejuk. Beberapa jenis diantaranya sudah sangat jarang ditemukan dan terancam punah.

Ayam hutan, sempidan, kuau dan burung merak adalah beberapa di antara anggota kelompok burung ini. Namun, sebagian orang menganggap burung Pheasant emas (Golden Pheasant) sebagai burung yang paling indah di dunia. Warna kuning emas di sekujur tubuh, berpadu dengan warna biru dan hitam di punggung serta mozaik coklat-hitam di leher menjadikan komposisi warna jenis burung ini begitu sempurna. Ekor yang sangat panjang dengan campuran warna coklat dan hitam pun semakin menambah pesona

foto : Pheasant Emas (Chrysolophus pictus), burung terindah di dunia. Burung ini berasal dari hutan-hutan pinus di pegunungan sebelah barat China.

foto : Kelompok burung Phasianidae. Searah jarum jam: bentuk “mata” dari ekor merak biru jantan Pavo cristatus (kiri atas), Pheasant Emas Chrysolophus pictus, Kuau Kerdil Kalimantan Polyplectron schleiermacheri (kanan bawah), Kuau kerdil Palawan Polyplectron napoleonis (kiri bawah). Sumber Gambar: Wikipedia.

Struktur bulu burung merak yang pandai berlenggak-lenggok, bak model di atas catwalk itu, sebenarnya tergolong rumit. Tidak heran, jika Darwin sang pencetus teori evolusi menjadi bingung, saat menjelaskan proses evolusi dari bulu merak ini, dalam bukunya On the Origin of Species. Hingga kini dikenal 2 spesies burung merak, yaitu: merak biru Pavo cristatus yang hidup di India dan sekitarnya serta merak hijau yang tersebar di Asia tenggara. Di Indonesia, Merah hijau hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa.

Kuau kerdil (Peacock-Pheasant) termasuk burung langka yang tersebar di Asia Tenggara. Meskipun kurang dikenal orang, tingkah laku burung ini saat musim berbiak sangatlah menarik. Saat menggoda betina, sang jantan akan mengembangkan ekornya menyerupai kipas yang penuh ornamen dan berkilauan. Sebagian besar burung ini memiliki daerah sebaran terbatas dan bersifat endemik. Semenanjung Malaya, Indo-china, Myanmar, Pulau Hainan, Sumatera dan Kalimantan memiliki jenisnya sendiri yang tidak ditemukan di tempat lain. Hingga kini, diketahui 8 jenis kuau kerdil di seluruh dunia. Seluruhnya hanya ditemukan di Asia.

Jenis Kuau kerdil Hainan termasuk salah satu burung paling langka di dunia. Kuau kerdil abu-abu dikenal sebagai burung nasional Myanmar. Sedangkan Kuau Kerdil pulau Palawan-Filipina (Gambar 1) dikenal sebagai spesies Kuau kerdil yang paling indah. Pheasant emas termasuk burung yang sangat populer di kalangan penangkar dan hobiis burung di Eropa dan Amerika. Warna burung yang sangat indah dan perangainya yang ramah sangat disukai orang. Pemeliharaannya pun relatif mudah. Sebagian besar Pheasant Emas yang ada dipasaran saat ini merupakan hasil penangkaran. Burung ini pertama kali ditemukan di daerah hutan Pinus di Pegunungan Barat China. Meskipun menjadi burung hias yang sangat populer, kehidupan alami burung ini di habitat aslinya tidak banyak diketahui dan hingga kini masih tetap menjadi misteri.

Burung Cendrawasih (Suku Paradiseaidae)
Cendrawasih adalah salah satu kelompok burung tropis yang paling indah dan populer di dunia. Tingkah laku burung jantan saat musim kawin di pohon peragaan, membangkitkan decak kagum bagi siapa pun yang melihatnya. Sobat-sobat dapat melihat peragaan bulu Cenderawasih yang sangat indah ini, di film dokumenter BBC, Attenborough in Paradise yang dibintangi narator film dokumenter ternama, Sir David Attenborough. Oleh karena keindahannya, Linnaeus memberi nama Paradisaea atau burung surga untuk beberapa jenis Cenderawasih terbesar.

foto : Burung Cendrawasih. Searah jarum jam: Cendrawasih kuning kecil Paradisaea minor (kiri atas), Cendrawasih Mati kawat Seleucidis melanoleuca (tengah atas), Cendrawasih Wilson Cicinnurus respublica (kanan atas), Parotia Wahnes Parotia wahnesi (kanan bawah) dan Cendrawasih merah Paradisaea rubra (kiri bawah).

Bagi Ornitolog (ahli burung), Cenderawasih dianggap sebagai salah satu keluarga burung dengan modifikasi bentuk dan dekorasi tubuh yang paling ekstrim, unik dan mencengangkan. Keanekaragaman dekorasi tubuh dari masing-masing spesies Cendrawasih juga luar biasa. Tiap jenis memiliki hiasan tubuhnya sendiri.

Burung Paruh Sabit misalnya, memiliki paruh panjang melengkung yang tidak lazim, seperti paruh milik burung Isapmadu. Jenis Astrapia terlihat menarik, dengan bulu ekornya yang lebar dan panjang bak selendang bidadari. Burung Parotia , menggoda betina dengan membentangkan bulu-bulu dadanya yang berkilauan.

Pada Gambar di atas, Cendrawasih merah terlihat berterus terang, menyatakan cintanya pada betina pujaan hati, dengan membentangkan sepasang pita kawat di ekornya, membentuk simbol hati (heart/love). Amboiii, sungguh romantis….

Jenis Cenderawasih lainnya seperti Cendrawasih Wilson , terlihat menyolok dengan warna kepala dan warna tubuh yang kontras. Cenderawasih Panji, nampak gagah dengan hiasan seperti bendera (umbul-umbul) di sisi kepalanya yang sangat panjang. Kiranya, tak ada burung di dunia ini yang dekorasi tubuhnya seelok burung Cendrawasih.

Cendrawasih Biru
Cendrawasih Biru atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rudolphi adalah sejenis burung cendrawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 30cm, dari genus Paradisaea.Daerah sebaran Cendrawasih Biru terdapat di hutan-hutan pegunungan Papua Nugini bagian timur dan tenggara, umumnya dari ketinggian 1.400 meter sampai ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut.

 

Cendrawasih Merah
Cendrawasih Merah atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea rubra adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari marga Paradisaea. Endemik Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.

Cendrawasih tersebar mulai dari Kepulauan Maluku, Australia Utara, Papua hingga pulau-pulau kecil di sebelah timur Papua Niugini (PNG). Hingga kini dikenal tidak kurang dari 40 spesies burung Cenderawasih. Banyak dari burung ini tergolong spesies endemik Nusantara yang tidak ditemukan di tempat lain, misalnya: Cenderawasih Merah dan Cendrawasih Wilson, dari pulau Bantanta dan Waigeo, di Kepulauan Raja Ampat, bidadari Halmahera, Astrapia dan Parotia dari Pegunungan Arfak. Cendrawasih biru yang eksotis merupakan spesies endemik Papua Niugini yang tidak ditemukan di Indonesia.

 

Burung Bangau (Suku Gruidae)
Anggun. Inilah kesan pertama yang selalu terbetik di benak kami, saat melihat spesies burung yang indah ini. Dengan paruh meruncing, leher yang jenjang dan kaki yang panjang, burung bangau terlihat elok saat melintas di tepian rawa. Tarian dan nyanyian bangau saat musim berbiak melambangkan romaBurung bangau termasuk burung liar yang populer sejak lama. Berbagai puisi

foto : Beberapa jenis Bangau terindah. Bangau Demoiselle Anthropoides virgo asal Asia Tengah, Bangau Sarus India Grus antigone memiliki tinggi 1,8 meter, tercatat sebagai bangau tertinggi di dunia (tengah atas), Bangau Abu-Abu bermahkota Balearica regulorum asal Afrika, (kanan atas dan kanan bawah), Kuntul Kerbau Bubulcus ibis (Ardeidae) banyak ditemukan di Indonesia (tengah bawah), Bangau Jepang Grus japonensis dengan berat mencapai 10 kg termasuk spesies bangau terberat, sangat terkenal dengan tariannya yang indah di atas hamparan salju (kiri bawah).

foto : Bangau Abu-Abu bermahkota Balearica regulorum. Bangau terindah di dunia ini adalah burung nasional negara Uganda. Bangau ini memiliki daerah sebaran yang luas di Afrika bagian selatan dan tengah.

 

Golongan Bebek / Itik (Suku Anatidae)
Bebek Mandarin memiliki tubuh yang kecil dengan pola warna yang indah. Paruh berwarna merah. Puncak kepala berwarna hitam, daerah sekitar mata berwarna putih dan leher berwarna coklat dengan bulu yang panjang. Leher bawah berwarna ungu dan hitam dengan 2 baris putih melintang dekat sayap bagian depan. Bagian bawah berwarna putih. Salah satu bagian yang paling unik adalah adanya modifikasi bagian belakang sayap yang meninggi seperti layar. Profil bebek Mandarin dapat dilihat pada Gambar di bawah ini.

foto : Bebek Mandarin Aix galericulata.

Bebek mandarin termasuk burung air yang populer di danau dan taman di Inggris dan negara Eropa lainnya. Secara alami bebek Mandarin ditemukan di Siberia timur, Jepang dan China timur. Umumnya menempati habitat danau di tengah hutan temperata yang lebat. Makanannya terdiri dari biji-bijian, tumbuhan air serangga dan keong kecil. Bebek ini semakin terancam akibat hilangnya habitat dan perburuan. Populasi terbesar ditemukan di Jepang dengan perkiraan sebesar 10.000 eko. Di China dan Siberia, populasi bebek mandarin hanya tersisa 2000 ekor saja.

foto : Beberapa jenis bebek yang paling indah. Searah jarum jam: Bebek mandarin Aix galericulata (kiri atas),Bebek mahkota merah Netta rufina (kanan atas), itik kayu Aix sponsa dari Amerika utara (kanan bawah), Bebek Ruddy Oxyura jamaicensis (tengah bawah).

Bebek mandarin membuat sarang di atas pohon yang dekat dengan danau. Berbeda dengan bebek lainnya, bebek ini termasuk pasangan monogami seumur hidupnya. Pemandangan anak bebek di tepian danau yang berenang di belakang induknya sangatlah menyentuh. Induk bebek yang berenang lembut, saat anaknya meloncat naik ke atas punggung akan meninggalkan kesan humanis yang mendalam. Tidaklah mengherankan, jika masyarakat China kuno, menganggap bebek mandarin sebagai simbol keutuhan, kesetiaan dan keharmonisan rumah tangga.

 

Burung Cock of the rock (Cotingidae)
Cock of the rock adalah sejenis burung indah berukuran sedang (20-40 cm) dari Amerika selatan. Burung ini mendapatkan namanya, dari tempat bersarangnya yang berada di daerah bukit berbatu di tepian hutan. Burung ini terdiri dari 2 spesies, yaitu: Guyana Cock of The Rock Rupicola rupicola yang tersebar di dataran tinggi Guyana termasuk Suriname, Kolumbia Timur, Venezuela selatan, Amazonia Brazil serta Andean Cock of The Rock Rupicola peruvianus yang tersebar di daerah hutan pegunungan Andes yang meliputi: Venezuela, Ekuador, Peru dan Bolivia.

foto : Guyana cock-of-the-rock Rupicola rupicola jantan dengan hiasan kepalanya yang aneh. Mahkota setengah lingkaran ini tampak mekar saat pejantan berusaha memikat burung betina. Sumber: Wikipedia.

Guyana Cock of the Rock adalah salah satu burung yang paling indah sekaligus paling janggal di Amerika selatan. Seluruh tubuh burung ini diselimuti oleh bulu berwarna jingga yang sangat menyolok. Kepala dilengkapi mahkota setengah lingkaran yang sangat tidak lazim bagi bangsa burung. Namun yang paling aneh dari semuanya adalah ritual kawin saat musim berbiak yang rumit sekaligus unik.

Sekitar 30-40 ekor burung jantan, akan berkumpul bersama-sama di semacam lapangan di tepian hutan. Lapangan ini berupa sebuah area peragaan yang terdiri dari cabang pohon rendah atau tanah kosong yang bersih dari serasah daun kering. Seluruh burung akan berusaha menari sebaik mungkin, dengan mengembangkan bulu tubuh dan mahkotanya yang indah. Gerakan memutar, mematuk dan kicauan dengan nada tertentu akan dilakukan oleh pejantan untuk memikat betina. Begitu ekstrimnya peragaan bulu ini, sehingga saat mahkota di kepala dan bulu di punggung mengembang, spesies ini sudah kelihatan tidak berbentuk seperti burung lagi seperti terlihat pada Gambar 4.

Burung betina yang tertarik akan mendekat dan memilih salah satu pejantan untuk mengawininya. Betina akan membuat sarang dari campuran lumpur, daun dan ranting. Sarang ini dilekatkan dengan air liur ke dinding batu di bukit yang tinggi. 1 atau 2 telur akan dierami selama 27-28 hari. Pejantan tidak memiliki peran saat membuat sarang dan mengerami telur.Pejantan bersifat poligami.Guyana cock of the rock termasuk burung yang sangat pemalu dan agak sulit didekati. Sebagian besar makanannya terdiri dari buah-buahan. Oleh IUCN, burung ini dianggap masih memiliki resiko rendah (Least Concern) terhadap kepunahan karena populasinya yang masih banyak dan daerah sebarannya yang luas.

foto : Andean cock-of-the-rock Rupicola peruvianus, salah satu burung terindah dari Amerika Selatan. Betina tampak di bagian bawah tengah. Burung ini dikenal sebagai burung Nasional Peru.

Andean cock of the Rock berukuran sedikit lebih besar dari sepupunya di Guyana. Ciri khas burung ini terletak pada mahkotanya yang seperti jambul penyanyi rock era 80-an dan warna bulu punggungnya yang abu-abu kebiruan. Makanan burung ini terdiri dari buah-buahan, serangga serta reptil kecil seperti kadal dan katak. Saat musim kawin, burung yang kurang waspada dari spesies ini akan dimangsa oleh elang, puma, jaguar, kucing ocelot dan ular boa pembelit. Sarang dibuat di mulut gua atau dinding bukit yang tinggi. Burung ini dapat ditemukan pada ketinggian 500-2400 m dpl.

 

Kakatua, Nuri dan Parkit (Cacatuidae dan Psittacidae)
Burung paruh bengkok termasuk kelompok burung yang unik dalam dunia hewan. Bentuk tubuh (terutama paruh dan kaki) tidaklah lazim dan sangat mudah dikenali. Sesuai namanya, burung ini memiliki paruh yang besar, kokoh dan melengkung tajam untuk memecah biji-bijian yang berkulit keras.

Kaki memiliki 4 jari dengan susunan yang unik. Jari ke 2 dan ke 3 menghadap ke depan. Sedangkan jari pertama dan ke 4 menghadap ke belakang. Susunan jari seperti ini disebut Zigodactyly.

Burung paruh bengkok termasuk dalam bangsa Psittaciformes yang terbagi menjadi 2 suku, yaitu: Kakatua (Cacatuidae) dan Paruh bengkok sejati (Psittacidae).

Cacatuidae mencakup 21 spesies burung paruh bengkok yang memiliki sebaran terbatas di Indonesia timur, Filipina, Papua Niugini Australia dan Kepulauan Solomon. Sedangkan Psittacidae tersebar luas di benua Asia, Afrika, Australia dan Oseania. Suku Psittacidae beranggotakan sekitar 330 spesies, meliputi: burung Macaw, betet (parkit), Nuri (Lory), Rosella, Budgerigar dan Lovebird (Agapornis sp).

foto : Burung Kakatua dan Nuri Nusantara. Searah jarum jam: Kakatua kecil jambul kuning Cacatua sulphurea citrinocristata endemik Pulau Sumba (kiri atas), Kakatua Putih Cacatua alba endemik Maluku Utara (tengah atas), Nuri Raja Sayap Kuning Alisterus chloropterus endemik Papua (juga ada di Papua Niugini), Kakatua Maluku Cacatua moluccensis, endemik Maluku terutama di Pulau Seram (tengah bawah), Kakatua Raja Probosciger aterrimus, jenis Kakatua terbesar, daerah sebaran mencakup seluruh Papua dan sedikit di Australia Utara.Kakatua memiliki paruh tak simetris yang besar, tebal, kokoh dan melengkung tajam. Bagian kepala dihiasi bulu mahkota yang indah. Bulu tubuh kakatua, biasanya didominasi oleh satu warna saja, yaitu putih, abu-abu kehitaman atau merah muda-jingga salmon. Pembawaannya selalu ceria dan jenaka, sehingga populer dijadikan satwa kesayangan. Ukuran tubuh kakatua juga lebih besar dibandingkan dengan burung paruh bengkok lainnya

Kakatua bersifat monogami dan membuat sarang di dalam lubang di batang pohon yang besar. Burung ini sering terbang dalam satu kawanan besar saat menjelajah kawasan hutan untuk mencari makanan. Biji-bijian, umbi, buah-buahan, bunga dan serangga adalah jenis makanan yang sukai kakatua.Berbeda dengan kakatua, burung nuri tidak memiliki mahkota di kepala. Ukuran tubuh dan paruhnya juga lebih kecil. Akan tetapi, warna bulu di tubuh nuri jauh lebih menyolok dan bervariasi Pada jenis nuri tertentu seperti nuri bayan, perbedaan bulu jantan dan betina ini demikian kontras, sehingga di masa lalu, sepasang nuri ini pernah dianggap sebagai 2 spesies yang terpisah. Nuri bayan (Ecletus roratus) betina memiliki bulu didominasi oleh warna merah dan ungu yang atraktif. Sedangkan bulu jantan didominasi warna hijau.

foto : Aneka burung Paruh Bengkok. Macaw leher biru Ara glaucogularis endemik Bolivia (kiri atas), Betet/Parkit Emas Guaruba guarouba, daerah sebaran di utara Brazil/Amazon dan termasuk salah satu jenis parkit termahal (tengah atas). Nuri Raja Australia Alisterus scapularis adalah nuri endemik Australia Timur (kanan atas). Eastern Rosella Platycercus eximius, termasuk kakatua yang cerdas dengan warna paling menyolok. Endemik Australia dan Tasmania (kanan bawah). Nuri Bayan betina Ecletus roratus, tersebar luas di Sumba, Papua, Kepulauan Solomon dan Australia. Betina berwarna lebih menyolok dibandingkan jantan (tengah bawah). Macaw Hyacinth Anodorhynchus hyacinthinus, burung paruh bengkok terbesar di dunia, memiliki daerah sebaran terbatas di sekitar hutan Amazon. Burung ini terancam punah karena degradasi habitat dan perburuan ilegal. Burung ini juga termasuk salah satu hewan peliharaan yang paling populer (kiri bawah).

Selain Indonesia dan Australia, burung paruh bengkok banyak ditemukan di Amerika Selatan, terutama di sekitar kawasan Amazonia yang berhutan tropis. Burung Macaw tersebar luas di daerah ini. Ukuran tubuhnya sangat besar. Macaw hiacynth, misalnya, sangat populer di dunia hiburan dan dikenal sebagai jenis burung paruh bengkok terbesar di dunia.

Burung paruh bengkok tergolong burung yang cerdas dan mudah dilatih. Selain dapat menirukan suara manusia, burung ini juga kerap tampil di panggung pusat hiburan seperti gelanggang samudera dan Taman burung untuk menunjukkan keahliannya menggunakan berbagai jenis alat dan permainan yang atraktif.

 

Burung Toucan (Rhampastosidae)
Toucan dikenal sebagai salah satu burung paling populer di Amerika tengah dan selatan. Tubuh berukuran sedang (30-70 cm) dengan warna dominan hitam. Bulu lehernya kuning cerah. Paruh sangat besar dan menyolok, mirip burung Rangkong. Ekor dan sayap pendek saja. Bentuk tubuh yang tak lazim ini menimbulkan kesan imut dan lucu bagi Toucan. Wajar saja jika Toucan menjadi burung favorit dan disayangi banyak orang.

Burung Toucan termasuk spesies burung pemakan buah (frugivor). Kadang-kadang, burung ini juga menyantap serangga, reptil kecil seperti kadal dan telur burung lain sebagai sumber protein tambahan. Bagian dalam paruh Toucan yang sangat besar itu, sebenarnya, tersusun dari zat tanduk (keratin) berlubang-lubang yang bentuknya menyerupai sponges. Kondisi demikian menjadikan bobot paruh Toucan sangat ringan.

Paruh Toucan berguna untuk menyibak dedaunan sehingga memudahkan burung imut ini menjangkau buah-buahan hutan yang menjadi makanannya. Menurut sebagian ahli burung, paruh Toucan juga berperan penting dalam pengaturan suhu tubuh (thermoregulasi).

foto : Toucan adalah burung populer dari Amerika Tengah. Paruhnya yang sangat besar dan berwarna-warni serta tingkahnya yang lucu sangatlah menarik hati. Anggota suku Rhampastidae meliputi 40 jenis, semuanya tersebar di Amerika tengah, Amerika selatan dan Karibia. Marga Rhampastos meliputi 8 jenis. 3 diantaranya dapat dilihat pada gambar di atas. Searah jarum jam: Toucan Chesnut billet Rhampastos swainsonii (kiri), Toucan Channel-billed Rhampastos vitellinus ariel (kanan atas), Toucan Keel-billed Rhampastos sulfuratus ( kanan bawah). Spesies terakhir dikenal sebagai burung nasional negara Belize. Sumber: Wikipedia.

Burung Toucan bersarang di lubang-lubang pohon yang besar yang dibuat oleh burung pelatuk. Paruh burung Toucan tidak cukup kuat untuk dipakai melubangi kayu. Setiap sarang berisi 2-4 telur dari satu pasangan tetap. Saat buang hajat di sembarang tempat, secara tidak sengaja, burung Toucan telah menyebarkan biji-bijian yang telah dicernanya ke seluruh pelosok rimba, sehingga burung ini memiliki peran yang sangat vital dalam regenerasi hutan tropis.

 

Burung Raja-Udang (Halcyonidae dan Alcedinidae)
Raja udang termasuk burung berukuran kecil atau sedang dengan tampilan menawan. Paruhnya besar, meruncing dan tajam. Kepala berukuran lebih besar dibandingkan badannya yang terlihat mungil. Ekor biasanya pendek. Seluruh tubuh berwarna menyolok dan cemerlang, didominasi oleh warna hitam, biru, ungu, merah, jingga, coklat dan warna lainnya. Kaki dan sayap juga pendek. Meskipun begitu, Raja udang dikenal sebagai burung yang pandai berenang, menyelam dan terbang cepat.

Berdasarkan habitatnya, burung ini dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu: Raja udang sungai (Alcedinidae), Raja udang pohon (Halcyonidae) dan Raja udang perairan (Cerylidae).

foto : Beberapa spesies burung Raja Udang (Kingfisher) terindah. Raja-udang Jawa Halcyon cyanoventris (kiri). Burung ini termasuk endemik Pulau Jawa yang berhabitat di daerah hutan bakau. Raja udang berkepala Abu-abu Halcyon leucocephala tersebar luas di Afrika (tengah kiri), Raja-udang Meninting Alcedo meninting memiliki sebaran luas di Asia Selatan dan Tenggara (tengah kanan), Raja-udang dada biru Halcyon malimbica asal Gambia Afrika Barat (kanan).

Burung Raja Udang umumnya tersebar di wilayah hutan tropis. Makanannya bervariasi mulai dari ikan, serangga hingga reptil kecil seperti kadal. Burung ini mencari makanan dengan terbang secepat kilat menyambar mangsa menggunakan paruhnya yang runcing dan kokoh.

Selain mahir menyambar mangsa di darat dan di udara, raja udang juga sangat lihai menyergap mangsa yang ada di bawah air. Sesaat setelah mendeteksi mangsa dan memperkirakan jaraknya, burung ini akan terbang cepat, menukik, lalu terbang cepat menghujamkan tubuhnya ke dalam air. Ikan yang tak sada,r umumnya disergap dengan cepat, lalu dibawa ke cabang pohon atau di tempat bertengger untuk di santap.

Raja udang termasuk burung monogami dan membuat sarangnya dalam lubang-lubang tanah di tebing sekitar tepi sungai. Pejantan, sangat agresif mempertahankan wilayahnya dari pejantan lain. Seringkali, pertempuran yang terjadi di antara pejantan berakibat fatal bagi salah satu burung, dikarenakan luka yang dalam, akibat hujaman paruh runcing yang bertubi-tubi.

 

Burung Gouldian Finch (Suku Estrildidae)
Gouldian Finch adalah salah satu spesies burung paling berwarna-warni di dunia. Pola warna yang kontras dari burung mungil ini menjadikannya sebagai satwa peliharaan yang populer. Kerabat burung bondol ini merupakan spesies endemik yang memiliki sebaran terbatas di Australia utara. Populasi burung ini terus menurun yang akibat terbakarnya habitat (musim kering) dan alih fungsi lahan, paparan penyakit dan sebab-sebab lainnya. Dia alam liar, Gouldian Finch berada di ambang kepunahan.

foto : Gouldian Finch Erythrura gouldiae, salah satu jenis burung dengan warna-warni sangat kontras, didaulat oleh hobiis sebagai salah satu burung peliharaan terindah di dunia. Spesies ini memiliki daerah sebaran terbatas di Australia Utara dengan status terancam punah.

Gouldian Finch cenderung hidup lebih soliter dibandingkan dengan burung bondol. Namun, burung ini seringkali bergabung dengan bondol dari jenis lain saat mencari makan. Dengan bergabung bersama dan membentuk sebuah kawanan besar, Gouldian Finch yang berwarna sangat menyolok ini akan lebih aman dari sergapan pemangsa.

Makanan utama Gouldian Finch adalah biji-bijian dari rumput liar seperti Sorghum dan jenis rumput penghasil biji lainnya. Burung ini juga diketahui memakan serangga. Pejantan dikenal memiliki tarian ritual yang indah saat musim kawin. Sarang dibuat di pohon yang dekat dengan sumber air. Betina akan bertelur sebanyak 4-8 butir dengan masa pengeraman 19-23 hari. Anak burung akan mandiri setelah berumur 40 hari dari semenjak ditetaskan.

 

Burung Tanager (Thraupidae-Cardinalidae)
Tanager adalah kelompok burung berwarna-warni sangat menyolok dari benua Amerika. Burung yang indah ini berukuran kecil hingga sedang (panjang 9-28 cm), terbagi dalam puluhan marga dengan jumlah spesies diperkirakan mencapai 240 jenis. Daerah sebaran burung Tanager sebagian besar berada di sekitar hutan Amazon dan Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Sisanya tersebar di Amerika tengah dan utara. Sebagian besar burung ini bersifat endemik dan memiliki daerah sebaran yang terbatas. Oleh karena itu cukup rawan terhadap kepunahan.

Burung Tanager hidup mengelompok di cabang dan ranting pohon dengan berburu serangga, mencari buah-buahan, biji-bijian dan nektar. Satu kelompok terdiri dari sepasang jantan-betina beserta anak-anaknya. Kadang-kadang bersifat soliter. Burung muda cenderung mengelompok sesuai dengan gendernya. Burung ini memiliki kicauan yang biasa-biasa saja.

Tanager memiliki pola warna yang bermacam-macam, mulai dari 2 warna, merah dan hitam yang sangat cantik seperti Tanager Scarlet (Gambar 6 tengah), hingga yang berpola warna kompleks seperti Tanager dewata ( Gambar 6 kanan). Sayap pendek dan bundar dengan ekor sempit. Bentuk tubuh Tanager tergolong klasik. Mirip burung bondol/pipit atau burung gereja Erasia (Passeriformes).

foto : Burung Tanager adalah keluarga burung berkicau dari benua Amerika. Burung kecil ini dikenal memiliki warna bulu yang sangat indah. Searah jarum jam: Tanager kepala hijau Tangara seledon asal Brazil tenggara (kiri atas), Tanager Scarlet Piranga olivacea asal Amerika utara (tengah), Tanager Dewata Tangara chilensis asal hutan Amazon (kanan) dan Tanager gunung sayap biru Anisognathus somptuosus asal Amerika selatan (kiri bawah). Sumber: Wikipedia.

Tanager bersifat monogami atau poligami. Sarang umumnya dibuat di cabang dan ranting pohon atau vegetasi lebat dengan dedaunan yang rimbun dan rapat. Satu sarang memuat 3-5 butir telur yang dierami betina hingga menetas. Jantan dan betina bersama-sama merawat dan memberi makan anak burung yang masih lemah dan belum mandiri.

 

Burung Merpati Hutan (Suku Columbidae)
Merpati hutan termasuk burung pemalu yang sulit diamati. Umumnya hidup berkelompok di dahan-dahan pohon tinggi dalam hutan yang lebat. Hijau adalah warna bulu yang paling umum dan dapat ditemukan pada hampir semua jenis merpati hutan. Burung ini sering bertengger di pohon-pohon besar yang sedang berbuah terutama pohon ara/bayan (beringin). Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi pusat penyebaran jenis-jenis merpati hutan di dunia. Sebagian spesies merpati hutan ini bersifat endemik dan tidak ditemukan di tempat lain.

foto : Walik Elok Ptilinopus pulchellus (kiri atas), Walik Kepala Ungu Ptilinopus porphyreus (tengah atas) endemik Indonesia, Walik Orange Ptilinopus victor (kanan atas) endemik negara Fiji, Merpati biru Seychelles Alectroenas pulcherrima (kanan bawah), Walik emas Ptilinopus luteovirens endemik Fiji (tengah bawah), Walik multiwarna Ptilinopus perousii asal Samoa, Fiji dan Tonga (kiri bawah).

Berbeda dengan merpati peliharaan, sosok merpati hutan seringkali lebih indah dan berwarna warni seperti tampak pada Gambar 16. Masyarakat nusantara mengenal beberapa kategori merpati hutan berdasarkan karakteristik tubuhnya. Beberapa diantaranya adalah junai (genus Caloenas: 35-45 cm), punai (Treron: 20-30 cm), pergam ( Ducula: 35-50 cm), walik (Ptilinopus: 20-35 cm), delimukan (Gallicolumba: 30-35), mambruk (Goura: 60-75 cm). Selain itu ada juga, perkutut (Stigmatopelia: 20-35 cm), tekukur (Geopelia: 15-25 cm), dederuk (Streptopelia: 25-35 cm) dan derkuku/uncal (Macropygia: 25-50 cm).

foto : Beberapa merpati asli Nusantara memiliki bentuk tidak biasa dengan ukuran tubuh yang besar. Junai Mas Caloenas nicobarica yang suka tinggal di pulau-pulau kecil (kiri). Delimukan Dewata Otidiphaps nobilis, merpati unik dengan perilaku menyerupai pheasant (tengah). Mambruk Ubiaat Goura cristata, salah satu jenis merpati terbesar di dunia, endemik Indonesia (kanan).

 

Burung Madu (Nectariniidae)
Burung Madu adalah burung mungil yang cantik. Tubuhnya didominasi oleh warna-warni yang menarik. Bahkan, seringkali burung madu tampak berkilau di bawah terpaan cahaya mentari. Mungkin karena itulah dalam bahasa Inggris burung ini disebut Sunbird. Berbeda dengan jenis burung lainnya, burung madu memiliki paruh melengkung panjang dengan ujung yang runcing. Paruh ini digunakan untuk mengisap sari madu yang terdapat di dalam kelenjar madu bunga. Burung madu juga diketahui memangsa laba-laba.

Burung madu seringkali terbang cepat diantara semak dan perdu berbunga. Meskipun mungil, burung ini tergolong agresif mempertahankan teritorinya dari burung lain. Burung ini bersifat monogami. Sarang umumnya ditempatkan di cabang ranting atau pohon yang tersembunyi dari predator. Sarangnya terbuat dari daun dan ranting kecil yang direkatkan dengan jaring laba-laba.

Burung Madu termasuk salah satu jenis burung yang dicari oleh fotografer untuk dijadikan obyek foto ataupun oleh pengamat burung dalam kegiatan birdwatching. Salah satu jenis burung madu, yaitu: burung madu Sepah-Raja dikenal sebagai burung nasional negeri seberang, Singapura. Beberapa jenis burung Madu dapat dilihat pada Gambar 18 di bawah ini.

foto : Beberapa jenis burung madu. Burung Madu elok Nectarinia bella endemik Filipina (kiri atas), Burung Madu Raja Nectarinia regia asal Afrika (kanan atas), Burung Madu Sriganti Nectarinia jugularis (kanan bawah) asal Asia Tenggara, Burung Madu Sepah-Raja Aethopyga siparaja asal Asia Tenggara.

 

Burung Cica-daun Besar
Cica-daun besar adalah jenis burung pengicau dengan seluruh badan dominan dengan warna hijau. Burung ini memiliki nama ilmiah Chloropsis sonnerati dan termasuk ke dalam suku Chloropseidae; berkerabat dekat dengan burung cipoh (Aegithina spp.). Dalam bahasa Inggris burung ini dikenal sebagai Greater Green Leafbird.
Jenis-jenis cica-daun juga dikenal dengan sebutan umum Burung daun, dan diperdagangkan dengan nama Murai daun.

Bertubuh sedang, dengan panjang tubuh total (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 22 cm.
Seperti umumnya cica-daun, seluruh tubuh didominasi warna hijau terang (hijau daun), termasuk sayap dan ekor; sementara pipi dan tenggorokan burung jantan berwarna hitam berkilau. Perbedaan dengan cica-daun yang lain adalah adanya warna (noktah) biru pada bahu burung jantan. Burung betina dengan tenggorokan kuning dan lingkaran mata kuning. Kedua jenis kelamin memiliki sepasang setrip malar biru berkilau di sisi dagunya.
Iris mata berwarna coklat gelap, paruh tebal hitam, dan kaki abu-abu kebiruan.

Kebiasaan dan Penyebaran
Burung ini terutama hidup di puncak-puncak pohon yang tinggi di hutan primer, hutan sekunder dan hutan bakau. Menyukai tajuk pohon yang berdaun lebat. Ditemukan sendirian, berpasangan atau dalam kelompok campuran.
Jenis burung ini kadang bersikap agresif terhadap jenis lain yang berukuran lebih kecil. Saat berkicau, cica-daun besar akan menundukkan kepala. Makanannya adalah aneka serangga dan buah-buahan hutan.
Cica-daun besar menyebar di Semenanjung Malaya, Sumatra dan pulau-pulau di sekitarnya, Kalimantan termasuk pula Natuna, Jawa dan Bali. Tersebar luas tetapi tidak umum didapati, di hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan sampai ketinggian 1.000 m dpl. Di Jawa, burung ini diketahui berbiak pada bulan April.

 

Burung Elang gundul
Geoweek, Kompas – ELANG gundul dari Santa Catalina, salah satu pulau di Kepulauan Channel di dekat Los Angeles, AS, menghilang 50 tahun lalu. Mereka menjadi korban kontaminasi pestisida DDT dari limbah yang dibuang di samudera dekat pulau tersebut.

Pada awal 1980-an, beberapa pasang elang tersebut dimasukkan kembali ke Catalina, tetapi telur mereka ternyata terlalu rapuh untuk sampai tahap menetas sebagai akibat berkelanjutan kontaminasi DDT. Untuk membantu anakan elang itu bertahan hingga dewasa, petugas lingkungan hidup mengumpulkan telur-telur elang dan menetaskannya di dalam inkubator di laboratorium. Anak elang yang menetas kemudian dikembalikan ke sarangnya.

Tahun 2007 anak-anak elang gundul untuk pertama kalinya sejak tahun 1940-an menetas di alam bebas di pulau itu. Tiga pasang elang dari 30 elang gundul yang sedang dereproduksi berhasil menetaskan telur mereka di sarang tanpa bantuan manusia sama sekali.

Anakan elang tersebut merupakan tonggak penting upaya pemulihan penting untuk upaya pemilihan populasi elang gundul di Catalina. Upaya untuk memelihara kehidupan satwa liar endemik lain pulau itu, yaitu rubah dan sejenis tikus, juga sedang dilakukan di kawasan lindung seluas 76 mil persegi (122 km persegi) pulau itu. (The New York Times Syndicate)

 

 

Salam,

Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://anekaburung.wordpress.com/
2. http://dody94.wordpress.com/2011/07/31/burung-burung-terindah/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Cica-daun_Besar
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Kondor_Andes
5. http://www.naturephoto-cz.com/birds/all-birds.html ( galeri foto aneka burung )
6. http://twearth.com/species/hoatzin
7. http://hariyantowijoyo.blogspot.com/2011/07/burung-langka-pulau-sulawesi.html#axzz1zYKVZ2c0
8. http://www.beritaunik.net/unik-aneh/aneka-burung-indonesia-yang-eksotis.html